Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1521
Total Member
13581





Home > Article

28 April 2012 | Jawa Tengah | Wisata Budaya
Pelangi Nusantara dalam Pentas Seni dan Budaya Satu untuk Indonesia
Dhanang P
Explorer
Rate
Share  

1. Semarang
     Jalan Imam Bonjol No.180
     Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
     Telp : 024-3584041 (Hunting)
     Fax  : 024-3584042

 

2.  Kudus
     Jl. A. Yani No. 128 A
     Telp : 0291-441442 
     Fax  : 0291-444390

 

3. Pati
     Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1, 
     Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
     Telp : 0295-386400
     Fax  : 0295-382546

 

4. Tegal
     Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
     Telp : 0283-322383
     Fax  : 0283-320714

 

5. Pekalongan
     Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan  Pekalongan
     Telp : 0285-422008
     Fax  : 0285-431095

 

6.  Purwokerto
     Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
     Jl.  Jendral Sudirman
     Telp : 0281-626028
     Fax  : 0281-626030

 

7. Solo
     Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
     Solo Baru
     Telp : 0271-626626
     Fax  : 0271-626623

 

8.  Klaten
     Jl. Pemuda Utara No 113
     Telp : 0272-322561
     Fax  : 0272-322546

 

9.  Yogyakarta
     Jl.  H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
     Telp : 0274 - 555007
     FaX : 0274 - 555062

 

10. Magelang
      Jl. Ahmad Yani No. 40
      Telp : 0293-363109
      Fax  : 0293-361246


UKSW, Univeritas Kristen Satya Wacana di Salatiga, Jawa Tengah dengan ikon Indonesia mini menjadi wadah untuk mempersatukan perbedaan dan warna-warni budaya Nusantara. PSB, Pesta Seni Budaya adalah ajang tahunan yang diselenggarakan untuk menampilkan budaya dan senin masing-masing etnis di Indonesia. Dari Ujung Aceh, hingga do pojok Papua, dari pinggir laut utara Talaud hingga sisi ujung Selatan Indonesia tampil disini.

Saling unjuk gigi menampilkan seni dan budayanya masing-masing secara total. Mereka bukanlah duta-duta seni yang dibuat pemerintah sebagai boneka untuk menampilkan sisi primodial dan kedaerahan, tetapi mereka adalah mahasiswa yang punya kesadaran bahwa mereka punya budaya. Sungguh luar biasa, apa yang mereka lakukan untuk menampilkan seni dan budaya, berupa rumah adat, pakaian adat, makanan khas, tarian adat hingga semua apa yang mereka miliki mereka tumpahkan dalam PSB 2012.

Mengambil tema "Satoe Oentoek Indonesia", bisa sedikit di artikan "Indonesia satu, satu Indonesia dan bersatu untuk Indonesia". Ditengah konflik elit politi, generasi muda bermetamorfosa sebagai "creative of minority", yakni kaum minoritas yang memiki kreatifitas. Dalam gerak dan harmoni mereka menghibur yang hadir dengan suguhan tarian dari daerah masing-masing lengkap dengan pakaian dan musing yang didatangkan langsung dari daerah asalnya. Dengan swadana, swakarsa dan swadaya mereka melakukan itu semua karena ada rasa memiliki "sense of belonging" tanpa terpengaruh dengan budaya-budaya dari daerah lain yang acapkali secara subyektif dinilai orang lebih bagus, atau modern.

Disini sisi keaderahan dan primodialisme dibuang jauh-jauh, sebab jika itu ada maka akan merusak indahnya warna pelangi Nusantara. Tak canggung mereka yang membawakan tarian daerahnya masing-masing untuk menarik tangan penonton untuk menari bersama. Lebih unik lagi saat para penari dari Sumba menarik tangan seorang gadis berpakaian adat Kalimantan untuk menari bersama. Indahnya langit budaya Indonesia jika itu ada dipelosok negeri ini. Perbedaan bukan lagi menjadi penyekat, tetapi menjadi lem yang kuat untuk perekat persatuan dan kesataun Bumi Nusantara.

Dua kata, yang bisa diberikan "luar biasa", anak-anak muda ini yang bisa menjadi contoh mereka yang mengaku dewasa namun masih kekanak-kanakan dalam menyikapi persoalan SARA. Lambaian tangan dan jabat tangan erat, telah memudarkan bahwa ada perbedaan Suku, Agama, dan Ras diantara mereka. Harapan besar ada dipundak mereka yang nantinya menjadi nakoda-nakoda yang akan membawa negeri ini dalam lautan dan gelombang ganas siap menerjang.

Berikan senyum untuk Indonesia dari wajah-wajah asli pelosok Nusantara. Kita sebagai bangsa timur yang konon dikenal ramah tamah, namun ditempat lain sudah dinodai oleh keberingasan dan jiwa bar-bar seolah menjadi nila setetas yang merusak susu se Nusantara. Senyum kita akan sangat berart bagi kita yang ada disini dan mereka yang jauh disana. Satu senyum saja sudah sarat makna, bahwa Bhineka Tunggal Ika itu ada. UKSW menjelma menjadi rumahnya Bhineka Tunggal Ika dalam Indonesia Mininya, karena Indonesia milik kita bersama.

Perbedaan kini bukan lagi pembeda, tetapi inventaris keanekaragaman yang tinggi dan harta kekayaan yang tak ternilai. Bangga menjadi Indonesia, dari nenek moyang yang sama dengan beragam budaya yang berbeda, artinya peradaban kita jauh lebih bervariatif dan penuh warna. Tidak ada lagi perbedaan, perbedaan hanyalah masalah sudut pandang karena mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berikan senyum untuk Indonesai, dan tunjukan perbedaan adalah perekat yang kuat untuk persatuan Indonesia, dan biarkan pelangi Nusantara terus memnberikan warna-warna indah.


Labels: salatiga



Artikel Menarik Lainnya

Desa Trunyan, Tempat Buang Mayat Paling Legendaris
 
Cap Go Meh di Kota Singkawang
 
Menyambangi Keanggunan Barak Militer Bantir
 
Budaya Dibalik Tenun Songket, Desa Sukarare, Lombok
 
#Budaya Negeriku- Warisan Budaya Kuliner Nusantara  Go Internasional
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password