![]() |
|
1. Semarang
Jalan Imam Bonjol No.180
Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
Telp : 024-3584041 (Hunting)
Fax : 024-3584042
2. Kudus
Jl. A. Yani No. 128 A
Telp : 0291-441442
Fax : 0291-444390
3. Pati
Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1,
Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
Telp : 0295-386400
Fax : 0295-382546
4. Tegal
Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
Telp : 0283-322383
Fax : 0283-320714
5. Pekalongan
Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan Pekalongan
Telp : 0285-422008
Fax : 0285-431095
6. Purwokerto
Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
Jl. Jendral Sudirman
Telp : 0281-626028
Fax : 0281-626030
7. Solo
Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
Solo Baru
Telp : 0271-626626
Fax : 0271-626623
8. Klaten
Jl. Pemuda Utara No 113
Telp : 0272-322561
Fax : 0272-322546
9. Yogyakarta
Jl. H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
Telp : 0274 - 555007
FaX : 0274 - 555062
10. Magelang
Jl. Ahmad Yani No. 40
Telp : 0293-363109
Fax : 0293-361246
UKSW, Univeritas Kristen Satya Wacana di Salatiga, Jawa Tengah dengan ikon Indonesia mini menjadi wadah untuk mempersatukan perbedaan dan warna-warni budaya Nusantara. PSB, Pesta Seni Budaya adalah ajang tahunan yang diselenggarakan untuk menampilkan budaya dan senin masing-masing etnis di Indonesia. Dari Ujung Aceh, hingga do pojok Papua, dari pinggir laut utara Talaud hingga sisi ujung Selatan Indonesia tampil disini.
Saling unjuk gigi menampilkan seni dan budayanya masing-masing secara total. Mereka bukanlah duta-duta seni yang dibuat pemerintah sebagai boneka untuk menampilkan sisi primodial dan kedaerahan, tetapi mereka adalah mahasiswa yang punya kesadaran bahwa mereka punya budaya. Sungguh luar biasa, apa yang mereka lakukan untuk menampilkan seni dan budaya, berupa rumah adat, pakaian adat, makanan khas, tarian adat hingga semua apa yang mereka miliki mereka tumpahkan dalam PSB 2012.
Mengambil tema "Satoe Oentoek Indonesia", bisa sedikit di artikan "Indonesia satu, satu Indonesia dan bersatu untuk Indonesia". Ditengah konflik elit politi, generasi muda bermetamorfosa sebagai "creative of minority", yakni kaum minoritas yang memiki kreatifitas. Dalam gerak dan harmoni mereka menghibur yang hadir dengan suguhan tarian dari daerah masing-masing lengkap dengan pakaian dan musing yang didatangkan langsung dari daerah asalnya. Dengan swadana, swakarsa dan swadaya mereka melakukan itu semua karena ada rasa memiliki "sense of belonging" tanpa terpengaruh dengan budaya-budaya dari daerah lain yang acapkali secara subyektif dinilai orang lebih bagus, atau modern.
Disini sisi keaderahan dan primodialisme dibuang jauh-jauh, sebab jika itu ada maka akan merusak indahnya warna pelangi Nusantara. Tak canggung mereka yang membawakan tarian daerahnya masing-masing untuk menarik tangan penonton untuk menari bersama. Lebih unik lagi saat para penari dari Sumba menarik tangan seorang gadis berpakaian adat Kalimantan untuk menari bersama. Indahnya langit budaya Indonesia jika itu ada dipelosok negeri ini. Perbedaan bukan lagi menjadi penyekat, tetapi menjadi lem yang kuat untuk perekat persatuan dan kesataun Bumi Nusantara.
Dua kata, yang bisa diberikan "luar biasa", anak-anak muda ini yang bisa menjadi contoh mereka yang mengaku dewasa namun masih kekanak-kanakan dalam menyikapi persoalan SARA. Lambaian tangan dan jabat tangan erat, telah memudarkan bahwa ada perbedaan Suku, Agama, dan Ras diantara mereka. Harapan besar ada dipundak mereka yang nantinya menjadi nakoda-nakoda yang akan membawa negeri ini dalam lautan dan gelombang ganas siap menerjang.
Berikan senyum untuk Indonesia dari wajah-wajah asli pelosok Nusantara. Kita sebagai bangsa timur yang konon dikenal ramah tamah, namun ditempat lain sudah dinodai oleh keberingasan dan jiwa bar-bar seolah menjadi nila setetas yang merusak susu se Nusantara. Senyum kita akan sangat berart bagi kita yang ada disini dan mereka yang jauh disana. Satu senyum saja sudah sarat makna, bahwa Bhineka Tunggal Ika itu ada. UKSW menjelma menjadi rumahnya Bhineka Tunggal Ika dalam Indonesia Mininya, karena Indonesia milik kita bersama.
Perbedaan kini bukan lagi pembeda, tetapi inventaris keanekaragaman yang tinggi dan harta kekayaan yang tak ternilai. Bangga menjadi Indonesia, dari nenek moyang yang sama dengan beragam budaya yang berbeda, artinya peradaban kita jauh lebih bervariatif dan penuh warna. Tidak ada lagi perbedaan, perbedaan hanyalah masalah sudut pandang karena mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berikan senyum untuk Indonesai, dan tunjukan perbedaan adalah perekat yang kuat untuk persatuan Indonesia, dan biarkan pelangi Nusantara terus memnberikan warna-warna indah.
Labels: salatiga
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.







