Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1521
Total Member
13064





Home > Article

30 April 2012 | Jawa Tengah | Wisata Alam
Menikmati sejuknya dataran tinggi para Dewa
Wira Nurmansyah
Explorer
Rate
Share  

1. Semarang
     Jalan Imam Bonjol No.180
     Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
     Telp : 024-3584041 (Hunting)
     Fax  : 024-3584042

 

2.  Kudus
     Jl. A. Yani No. 128 A
     Telp : 0291-441442 
     Fax  : 0291-444390

 

3. Pati
     Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1, 
     Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
     Telp : 0295-386400
     Fax  : 0295-382546

 

4. Tegal
     Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
     Telp : 0283-322383
     Fax  : 0283-320714

 

5. Pekalongan
     Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan  Pekalongan
     Telp : 0285-422008
     Fax  : 0285-431095

 

6.  Purwokerto
     Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
     Jl.  Jendral Sudirman
     Telp : 0281-626028
     Fax  : 0281-626030

 

7. Solo
     Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
     Solo Baru
     Telp : 0271-626626
     Fax  : 0271-626623

 

8.  Klaten
     Jl. Pemuda Utara No 113
     Telp : 0272-322561
     Fax  : 0272-322546

 

9.  Yogyakarta
     Jl.  H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
     Telp : 0274 - 555007
     FaX : 0274 - 555062

 

10. Magelang
      Jl. Ahmad Yani No. 40
      Telp : 0293-363109
      Fax  : 0293-361246


Hari masih gelap, matahari belum juga muncul, saya masih setengah sadar ketika kondektur bis mulai berteriak membangunkan penumpang. Rupanya bis telah memasuki daerah Wonosobo.

 

Bersih. Itu kesan pertama saya ketika memasuki kota ini.


Sesampainya di terminal Wonosobo, rasa kagum saya bertambah karena terminal ini nampak sangat bersih dibandingkan terminal di Bandung yang saya singgahi 9 jam sebelumnya. Tidak heran kalau kota ini pernah mendapat penghargaan Adipura.


Disinilah saya menunggu teman seperjalanan saya yang dari Jakarta. Tujuan kami sama : dataran tinggi para dewa, Dieng.

 

Kami melanjutkan perjalanan ke Dieng menggunakan sebuah mini Bus. Hal yang menarik perhatian saya adalah kota ini nampak begitu ramah. Bahkan sang kondektur bus-pun sangat ramah sekali terhadap penumpangnya. “Dieng mas? monggo-monggo“, sapa sang kondektur dengan logat jawa-nya yang kental. Mungkin saya agak aneh melihat hal tersebut karena terbiasa dengan tingkah laku kondektur kopaja di ibukota.


Perjalanan ke Dieng ternyata cukup membuat bus yang saya tumpangi kewalahan. Tanjakan yang lumayan terjal membuat bus terbatuk-batuk. Perbukitan ‘teletubies’ khas dataran tinggi dan kebun-kebun kentang yang indah menemani saya selama perjalanan.

Sesampainya di Dieng, rasa dingin mulai terasa. Tidak heran, ketinggian Dieng sudah mencapai 2000 meter lebih. Sebelum saya ke dieng saya berpikir sepertinya sangat menarik karena satu kecamatan tingginya sama dengan puncak tangkuban perahu.

 

Telaga warna, adalah persinggahan pertama saya di Dieng. Konon, warna telaga di sini bisa berubah-ubah warnanya karena kalung seorang putri yang dibuang di Danau. Suasana danau sangat tenang di pagi hari, udara yang bersih dan sejuk membuat paru-paru saya berterima kasih.


Naiklah sedikit ke atas bukit, maka seluruh telaga dapat terlihat dengan jelas. Telaga warna sangat cocok untuk orang yang mencari ketenangan.

 

Bagi penggemar sejarah, dieng akan menjadi destinasi favorit. Banyak sekali candi-candi di sekitar kawan Dieng. Tetapi karena saya kurang begitu tertarik pada candi, saya hanya mengunjungi candi Arjuna buat foto-foto narsis.

 

Untuk penginapan, jangan tanya saya menginap dimana. Karena saya selalu membawa tenda jika memungkinkan. Lebih dekat dengan alam berarti bisa menikmati alam lebih leluasa.

 

Bukit sikunir menjadi tujuan kami, tetapi karena sudah terlalu sore dan kondisi hujan, kami hanya kemping di kaki bukit tepatnya di lapangan bola. Tempat ini cukup nyaman buat berkemah di Dieng karena datar dan ada toiletnya.

 

Ada sensasi tersendiri ketika melewati malam dengan berkemah di alam bebas. Terkadang ada rasa takut, namun ada gairah yang mengalahkan segalanya. Malam hari di alam bebas itu romantis, jika saya boleh bilang.

 

Malam kami lewati, berharap ada bintang-bintang di angkasa yang muncul. Tapi apa daya cuaca akhir-akhir ini memang sedang galau. Kami pun hanya bisa sedikit bermain dalam tenda kemudian tidur untuk persiapan pendakian esok hari.

 

Setelah shalat subuh, kami langsung berangkat menuju puncak bukit sikunir. Titik tertinggi di Dieng ini memang spot yang sangat bagus untuk menikmati matahari terbit. Saya yang memang menggemari wisata sunrise sudah sangat tidak sabar untuk menikmati mathari terbit di Dieng.


Sesaat sebelum matahari terbit, saya sudah mencapai bukit sikunir. Sudah ada beberapa orang disana yang juga ikut menunggu aktraksi dari sang surya.

 

Dan…saya sangat beruntung pagi itu mendapatkan matahari yang sangat indah. Gunung Sindoro-sumbing menampakan pesonanya, di kejauhan terlihat gunung merapi, merbabu dan gunung slamet. Atap-atap pulau Jawa terlihat sangat eksotis dari puncak sikunir. Luar biasa.

 

Selain candi dan bukit sikunir, Dieng juga terkenal dengan banyaknya kawah aktif. Saat saya berada di kawah sikidang, banyak sekali bule yang sangat excited dengan kawah-kawah ini. Mungkin di negara asalnya dia tidak pernah melihat kawah hehe.

 

Satu lagi jangan lupa unuk mencicipi makanan khas dieng, mie ongklok. Mie ini disajikan dengan kubis dan kucai bersama kuah kental yang dibuat dari saripati singkong dicampur bumbu-bumbu lainnya. Mie ongklok juga selalu disajikan bersama sate sapi. Mie ini lumayan enak dan sepatutnya dicoba jika berkunjung ke Dieng.

 

Dieng adalah salah satu dari dataran tinggi di dunia selain dataran tinggi Tibet. Jika anda ingin menikmati suasana dataran tinggi, udadara yang bersih, atau ingin menyusuri jejak sejarah, Dieng tidak akan menjadi pilihan yang salah.

 

**

 

Wira Nurmansyah

http://wiranurmansyah.com

@wiranurmansyah


Labels: dieng , kawah , jawa tengah , wonosobo , banjarnegara , wiranurmansyah



Artikel Menarik Lainnya

Senja di Banda Aceh
 
Potensi Wisata Alam Sukabumi
 
Tanjakan Tiada Maaf Gunung Cikuray
 
berkunjung ke bandung timur
 
Mengikuti jejak \
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password