![]() |
|
1. Semarang
Jalan Imam Bonjol No.180
Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
Telp : 024-3584041 (Hunting)
Fax : 024-3584042
2. Kudus
Jl. A. Yani No. 128 A
Telp : 0291-441442
Fax : 0291-444390
3. Pati
Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1,
Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
Telp : 0295-386400
Fax : 0295-382546
4. Tegal
Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
Telp : 0283-322383
Fax : 0283-320714
5. Pekalongan
Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan Pekalongan
Telp : 0285-422008
Fax : 0285-431095
6. Purwokerto
Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
Jl. Jendral Sudirman
Telp : 0281-626028
Fax : 0281-626030
7. Solo
Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
Solo Baru
Telp : 0271-626626
Fax : 0271-626623
8. Klaten
Jl. Pemuda Utara No 113
Telp : 0272-322561
Fax : 0272-322546
9. Yogyakarta
Jl. H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
Telp : 0274 - 555007
FaX : 0274 - 555062
10. Magelang
Jl. Ahmad Yani No. 40
Telp : 0293-363109
Fax : 0293-361246
Adrenalin kami sudah begitu terpancing ketika melihat penangkaran hiu di bawah wisma apung kami. Adrenalin semakin memuncak begitu memutuskan untuk turun ke kolam berisi ikan hiu.
Awalnya kami semua menggelengkan kepala sebagai tanda takut untuk nyemplung ke kolam itu. Masing-masing hanya seperti berucap di dalam hati, “berani ga lo turun ke sana? Gua ga berani ah”. Tidak ada satu orang pun diantara kami yang sempat berpikir untuk menceburkan diri kami ke kolam yang berisi puluhan ikan hiu tersebut.
Yang ada di pikiran saya ketika melihat hiu-hiu tersebut berputar-putar di kolam setinggi dada orang dewasa adalah bahwa mereka sedang menunggu mangsa yang berani turun ke kolam mereka. Jelas, kami adalah umpan yang paling menarik bagi hiu. Bukankah di dalam film-film hiu merupakan hewan yang sangat menyukai daging? Sesaat, kami terus menggelengkan kepala dan hanya mampu berdiri tegang melihat begitu banyaknya hiu di depan mata kami.
Entah apa yang merasuki pikiran kami, kami mulai saling melirik satu sama lain. Tampaknya jiwa petualang kamilah yang akhirnya membuat kami mulai berani untuk mengatur strategi turun ke kolam penuh hiu tersebut. “yuk turun, tapi lo duluan yah.” Satu demi satu diantara kami mulai menuruni anak tangga, berturut-turut sesuai dengan strategi dan perjanjian yang kami buat beberapa menit yang lalu.
Akhirnya, setelah kami semua turun ke kolam berukuran sekitar 25 x 20 meter ini, kami justru terlihat seperti badut-badut yang berkumpul membentuk lingkarang. Kali ini, giliran sekumpulan hiu yang menjadi penonton kami.
Kaki kami semakin sulit bergerak. Bukan karena derasnya arus tapi karena begitu takutnya kami melihat satu per satu hiu mulai berenang di depan kami. Dengan hanya berjarak beberapa sentimeter dari hiu yang terlihat begitu menyeramkan, sebenarnya kami seperti sedang mempermalukan diri kami di depan hiu tersebut.
Setelah sekian lama mulai terbiasa dilewati atau bahkan secara tidak sengaja disentuh oleh hiu, kami mulai berani untuk sedikit berpencar. Perlahan-lahan kami mulai berani membentu kelompok kecil dan bergerak ke beberapa sisi kolam. Kami pun mencoba untuk memainkan kembali adrenalin kami dengan mendekati ikan hiu tersebut. Lucunya, mereka tidak merasa terganggu oleh kehadiran kami, namun justru hanya mengacuhkan kita begitu saja.
Melihat keadaan yang sudah berbalik, dimana kami mulai tidak merasa begitu takut, kami yang sekarang mulai mengajak hiu-hiu tersebut bermain dan berfoto bersama. Kami terus mengepung hiu tersebut di salah satu sudut kolam supaya bisa mengabadikan foto bersama yang lebih seru.
Ternyata, memang sebenarnya ikan hiu adalah ikan yang jinak. Terbukti, bahkan sepertinya mereka yang takut melihat kami.
Informasi yang sering kita lihat mengenai pembunuhan manusia oleh hiu tidak sepenuhnya benar. Tercatat, dalam setahun itu tidak lebih dari lima kali kejadian di seluruh dunia dimana hiu mencelakai manusia. Bahkan sebenarnya jauh lebih banyak jumlah korban yang meninggal karena kecelakaan akibat surfing dibandingkan karena hiu.
“To travel is to take a journey into yourself.” ~ Danny Kaye
@ranggayudhika
www.ranggayudhika.multiply.com
Travelling while u r breathing
Labels: Backpack , Karimun Jawa , Semarang , Indonesia , Travelling
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.









