Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1535
Total Member
17330





Home > Article

04 May 2012 | Jawa Tengah | Wisata Budaya
Klenteng Agung Sam Poo Kong – Simbol Kerukunan Umat Beragama
aaron setiawan
Explorer
Rate
Share  

1. Semarang
     Jalan Imam Bonjol No.180
     Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
     Telp : 024-3584041 (Hunting)
     Fax  : 024-3584042

 

2.  Kudus
     Jl. A. Yani No. 128 A
     Telp : 0291-441442 
     Fax  : 0291-444390

 

3. Pati
     Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1, 
     Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
     Telp : 0295-386400
     Fax  : 0295-382546

 

4. Tegal
     Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
     Telp : 0283-322383
     Fax  : 0283-320714

 

5. Pekalongan
     Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan  Pekalongan
     Telp : 0285-422008
     Fax  : 0285-431095

 

6.  Purwokerto
     Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
     Jl.  Jendral Sudirman
     Telp : 0281-626028
     Fax  : 0281-626030

 

7. Solo
     Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
     Solo Baru
     Telp : 0271-626626
     Fax  : 0271-626623

 

8.  Klaten
     Jl. Pemuda Utara No 113
     Telp : 0272-322561
     Fax  : 0272-322546

 

9.  Yogyakarta
     Jl.  H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
     Telp : 0274 - 555007
     FaX : 0274 - 555062

 

10. Magelang
      Jl. Ahmad Yani No. 40
      Telp : 0293-363109
      Fax  : 0293-361246


Hari Sabtu malam jam menunjukkan pukul 19. 20, saya menyempatkan diri mengunjungi Klenteng Agung Sam Poo Kong. Hanya dengan membayar tiket masuk seharga Rp 3.000 saya memasuki kawasan klenteng agung. Ada pembagian wilayah pada kawasan tersebut yaitu kawasan wisata dan kawasan untuk beribadah. Saya hanya memasuki kawasan wisata, suasana di malam hari saya menikmati pemandangan sinar lampu lampion merah khas masyarakat China. Namun saya kurang puas datang pada malam hari karena saya tidak bisa mengambil gambar dengan maksimal karena terlalu gelap.

 

Klenteng Sam Poo Kong atau yang disebut dengan Gedong Batu. Jl. Simongan No. 129, Kelurahan Bongsari, Semarang Selatan. Klenteng tersebut sekarang dikelola oleh Yayasan Sam Poo Kong. Menurut cerita seorang sahabat saya yang ada di Semarang, konon klenteng ini dibangun untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa dari Laksamana dari Tiongkok yang bernama Cheng Ho.

 

Konon Cheng Ho kecil lahir di Mongolia, beliau diculik dan dibawa ke China. Beliau dikebiri oleh kerajaan agar fokus dalam mengemban tugas dari kerajaan. Laksamana Cheng Ho diberi tugas untuk berlayar ke Pulau Jawa untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam. Pada saat pelayarannya di Laut Jawa ada awak kapalnya yang sakit, Cheng Ho memerintahkan untuk berlabuh di pantai Utara Semarang dan mendirikan masjid. Beberapa saat kemudian Cheng Ho melanjutkan pelayarannya. Banyak awak kapalnya yang hidup menetap di Desa Simongan dan menikah dengan penduduk setempat. Selama tinggal di Semarang, Cheng Ho memberi pelajaran bercocok tanam dan menyebarkan agama Islam pada masyarakat sekitar.

 

Masjid yang didirikan Cheng Ho beralih fungsi menjadi klenteng. Orang Indonesia keturunan China menganggap bangunan tersebut sebagai klenteng karena strukturnya yang berarsitektur China. Meskipun Laksamana Cheng Ho beragama Islam, masyarakat menganggapnya sebagai dewa. Menurut agama Kong Hu Cu, mereka menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan pada mereka.

 

Keesokan harinya saya mengunjungi lagi Klenteng Sam Poo Kong untuk melihat pemandangan pada siang hari. Saya sangat nyaman berada di kawasan klenteng karena pukul 15.00 udara sejuk dan sinat matahari tidak terlalu panas. Hari minggu ini banyak pengunjung yang mengabadikan momen di Klenteng Sam Poo Kong. Saya mendapatkan pemandangan yang bagus dan sejarah yang menarik dari klenteng ini. Tiba saatnya saya pulang ke kampung halaman saya di Jember.


Labels: Sam Poo Kong , Klenteng , Semarang , Jember



Artikel Menarik Lainnya

10 Hal Dilakukan di Mentawai
 
Semalam di Baduy Ditemani Sebungkus Mie
 
Harumnya Kebun Teh Pagilaran
 
Desa Trunyan, Tempat Buang Mayat Paling Legendaris
 
Cap Go Meh di Kota Singkawang
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password