Ingin liburan?
Ayo jelajahi kekayaan pariwisata Indonesia, mulai dari kedalaman laut hingga puncak gunung

Propinsi


Kodya / Kabupaten

Jenis Wisata


Kata Kunci

























Jumlah Anggota Adira FOI
21214
Beranda > Artikel > Sahara Ala Indonesia
Sahara Ala Indonesia
Jumat, 04/05/2012 18:32:09 | Daerah Istimewa Yogyakarta | Wisata Alam

Oleh:
slamet

Explorer
Beri nilai:

Wisata pantai memang tidak pernah ada matinya. Buktinya, hampir setiap pantai yang telah dibuka menjadi obyek wisata selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Keramaian kunjungan wisatawan akan mencapai puncaknya pada musin liburan sekolah. Salah satu pantai yang selalu ramai dikunjungi wisatawan adalah pantai Parangtritis, sebelah selatan Jogjakarta. Tidak hanya saat liburan sekolah, keramaian Parangtritis juga bisa dijumpai pada hari-hari biasa.


Semakin hari, Parangtritis terus berbenah. Berbagai permainan penunjang mulai bermunculan. Keberadaan aneka wahana ini tentu ikut mendukung terangkatnya potensi wisata, utamanya di Parangtritis. Pingin naik kuda? Pingin naik bendi di tepian pantai? Tinggal nego sama warga yang menyewakan. Tidak usah susah-susah nyari, mereka akan datang menghampiri kita dan menawarkan jasanya. Tinggal pintar-pintarnya kita saja yang menawar. Selain mempermudah, keberadaan mereka pun turut memberi nuansa tersendiri. Keberadaan mereka bisa menjadi obyek tambahan yang semakin mempercantik pantai.


Meski demikian, berlama-lama di pantai bisa menumbuhkan rasa bosan. Nah, kalau Anda bosan di Parangtritis apa yang akan Anda buat? Pada kesempatan ini, aku ingin menampilkan sebuah tempat yang sangat jarang diekplorasi. Sebuah tempat yang menawarkan keindahan yang keunikan yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain. Tempat yang aku maksudkan adalah gumuk pasir yang membentang dari pantai Parangtritis ke arah Barat. Gumuk pasir yang paling bagus terletak di sebelah barat Parangkusuma.


Berempat kami berangkat menuju ke lokasi gumuk pasir. Karena kami berempat berasal dari daerah yang berbeda-beda, kami janjian di sebuah titik di Jogja. Setelah semua berkumpul, perjalanan kami mulai. Menelusuri jalan Parangtritis dalam suasana canda dan tawa. Dalam perjalanan, kami berpikir nanti parkir di mana? Pertanyaan itu baru terjawab setelah kami sampai di lokasi. Di tepi jalan, banyak rumah yang bisa digunakan untuk parkir, baik motor mau pun mobil. Beberapa rumah kecil digunakan pula sebagai warung yang menyediakan aneka minuman ringan. Setelah memarkirkan kendaran, kami langsung menyiapkan senjata masing-masing dan bergegas menuju ke lokasi yang terletak di belakang rumah.


Teriknya sinar matahari langsung terasa membakar kulit. Tapi, itu semua tidak terasa begitu sampai di lokasi. Luar biasa. Terlintas dalam benakku: seperti inikah gurun Sahara? Ada sedikit ketidakpercayaan dalam diriku. Bukankah Indonesia adalah negara tropis, mengapa terdapat hamparan pasir seperti yang ada di daerah Timur Tengah? Gumuk Pasir memang sebuah fenomena alam, bukan buatan manusia. Proses terjadinya gumuk ini berlangsung ribuan tahun silam. Pasir-pasir itu berasal dari material vulkanik.


Gumuk pasir memang unik. Kalau kita mengamati bentangan pantai dari Parangtritis hingga ke pantai Congot, ada tipikal yang sama: hamparan pasir. Tapi, hanya di sekitar pantai parangtritislah yang memiliki keindahan gumuk nan eksotik. Aku sendiri tidak tahu mengapa hanya di tempat ini. yang pasti, gumuk-gumuk pasir itu terbentuk oleh faktor alam, yaitu angin. Sebaran butiran pasir itu terjadi berkat hembusan angin yang kuat. Akibat hembusan angin itu, terbentuklah gundukan-gundukan pasir alami.


Karena bentukan alam, maka bentuk dan tekstur gundukan sangat beraneka ragam. Inilah keunikannya. Tidak hanya bentuk gundukannya saja yang unik. Kalau kita melihat dan mengamati, kita akan menemukan patern-patern unik di permukaannya. Patern-patern ini pun terjadi karena hembusan angin pantai. Hembusan angin menerbangkan butiran-butiran pasir yang berada di permukaan. Pasir yang terbang itu menabrak gundukan pasir yang tidak mampu diterbangkan oleh angin. Jadilah patern-patern yang unik. Kalau Anda datang ke gumuk ini, sedikit berhati-hati kalau menghadap ke pantai. Bisa-bisa pasir-pasir halus itu akan masuk ke mata kita. Kalau ingin mendapatkan keindahan patern-patern itu, kita harus hati-hati. Sekali kita menginjakkan kaki dan membuat langkah yang sembarangan, hilanglah patern-patern cantik di sekitar kita. Kalau pun itu terjadi, tidak perlu khawatir. Kita bisa menunggu beberapa saat hingga patern-patern itu muncul kembali.


Karena keunikan itu, tempat ini sangat pas dijadikan sebagai tempat berfoto. Melakukan pre-wedding di gumuk pasir ini tentu akan menciptakan sebuah nuansa yang unik dan eksotik. Salah satu sebabnya, gumuk pasir ini adalah satu-satunya gumuk pasir di Indonesia dan Asia Tenggara. Mengabadikan moment di tempat ini tentu sangat direkomendasikan. Kalau Anda ingin bernarsis ria dengan pemandangan yang unik, datanglah ke gumuk pasir di sebelah barat Parangkusuna. Jamin Anda akan ketagihan untuk datang lagi ke tempat itu.
Gumuk pasir ini pun dapat menjadi sebuah tepat yang menarik untuk bermain-main. Seperti yang kami buat pada saat datang ke lokasi ini. Sembari menikmati keindahan patern-patern yang tersaji di depan mata, kami bermain-main dengan mengejar bunga Spinifex Sericeus. Setelah terlepas dari tangkainya, bunga ini seperti berlari ditiup angin. Sebuah pemandangan yang unik. Asyik juga mengejar bunga-bungan itu berlari kencang.


Panas teriknya siang hari tak menghalangi kami menikmati keindahan alam di gumuk pasir ini. Sebuah keindahan tersembunyi di balik kebesaran nama Parangtritis. Gumuk pasir menjadi sebuah kenangan yang mengundang kembali. Semoga aku bisa datang lagi ke sana di sore hari dan bisa menikmati keindahan matahari terbenam di tempat itu. Semoga.

______

reportase perjalananan ini merupakan hasil liputan sehabis mengikuti pertemuan dengan tim Ekspedisi Adira di Jogjakarta. Sayangnya, aku tidak mendaftar via email, jadi aku gak kebagian souvenirnya...


Label:



1 Komentar

Dhanang P   06 May 2012 07:00:12
jadi aku gak kebagian souvenirnya...
"dapat ntuh Mo,,, tas dan lensa belang putih hitam ukuran 600ml.... hehehe"
Balas  Laporkan 
User name  : 
Password  : 

Artikel Menarik Lainnya

Kantor Cabang Adira Finance