Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1535
Total Member
17330





Home > Article

13 May 2012 | Bali | Wisata Budaya
Taman Gili Kerta Gosa, Bukti Keindahan dan Kekayaan Budaya Tradisional Bali
Arini Tathagati
Explorer
Rate
Share  

1. Tabanan
    Ruko Bayu Semana, Jl. Gajah Mada No. 7-8 
    Telp : 0361-814899
    Fax  : 0361-814951

 

2. Gianyar
    Jl. Ciung Wanara No.17 Gianyar
    Telp : 0361-955383
    Fax  : 0361-955386

 

3. Singaraja
    Jl. Gajah Mada No. 112, Singaraja - Bali
    Telp : 0362-29050
    Fax  : 0362-29232

 

4. Denpasar
    Jl. Gatot Subroto Barat No 101 X
    Telp : 0361-428811
    Fax  : 0361-421132

Taman Gili Kerta Gosa terletak 40 km ke arah timur dari Kota Denpasar, kurang lebih 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Lokasinya mudah ditemukan, karena terletak di tengah Kota Semarapura. Karena lokasinya yang agak jauh dari “pusat keramaian” wisatawan di Bali, obyek wisata ini mungkin tidak setenar Pantai Kuta, Tanah Lot, atau Pura Besakih. Namun keunikan Taman Gili Kerta Gosa membuat tempat ini harus dikunjungi, sebagai sebuah perwujudan kekayaan seni dan budaya Bali yang komprehensif.

 

Taman Gili Kerta Gosa merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Klungkung. Tempat ini semula adalah bagian dari Kompleks Keraton Semarapura, yang dibangun pada tahun 1686 oleh raja pertama Kerajaan Klungkung, Ida I Dewa Agung Jambe. Setelah peristiwa Puputan Klungkung pada tanggal 28 April 1908 di mana raja terakhir Kerajaan Klungkung Raja Dewa Agung Putra Jambe dan pengikutnya gugur, bangunan inti (Jeroan) Keraton Semarapura dihancurkan dan dijadikan pemukiman penduduk, menyisakan Kerta Gosa, Bale Kambang dengan Taman Gili-nya, dan Gapura Keraton. Peristiwa puputan ini diabadikan dalam Monumen Puputan Klungkung yang terletak di seberang Kerta Gosa.


Taman Gili Kerta Gosa terdiri dari dua bangunan, yaitu Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang. Kedua bangunan tersebut memiliki ciri arsitektur tradisional Bali yang sangat kental. Keunikan dari kedua bangunan ini adalah di langit-langitnya yang dihiasi lukisan tradisional Bali gaya Kamasan. Semula lukisan ini terbuat dari kain dan parba. Pada tahun 1930, langit-langit ini diganti, kemudian lukisan yang asli direstorasi. Restorasi terakhir dilakukan pada tahun  1960, dan lukisan tersebut masih utuh hingga sekarang.

 

Masing-masing bangunan memiliki fungsi yang berbeda. Bale Kerta Gosa berfungsi sebagai tempat pengadilan tradisional yang dipimpin oleh raja sebagai hakim tertinggi. Fungsi ini sangat terkait dengan kisah yang ditampilkan pada lukisan di langit-langit bangunan, yaitu kisah Tantri dari kitab Swargarokanaparwa, serta kisah Bima Swarga yan bertema hukuman karma phala (akibat dari baik-buruknya perbuatan manusia). Dapat dikatakan bahwa lukisan di langit-langit bangunan Kerta Gosa memuat nilai-nilai pendidikan kerohanian berupa hukum sebab-akibat dari perbuatan manusia. Ketika kerajaan Klungkung ditaklukan oleh Belanda, Kerta Gosa masih digunakan sebagai balai sidang pengadilan. Saat ini di dalam bangunan tersebut dapat dilihat kursi dan meja dari kayu berukir yang digunakan untuk pengadilan adat tradisional di masa lalu.

 

Adapun Bale Kambang merupakan bangunan pendopo yang terletak di tengah-tengah kolam teratai yang disebut Taman Gili, membuat bangunan ini seperti mengambang di atas permukaan air. Bale ini berfungsi untuk tempat upacara keagamaan Manusa Yadnya (upacara kehidupan) bagi putra-putri raja, salah satunya adalah upacara mepandes (upacara potong gigi) bagi putra-putri raja yang memasuki usia akil balik. Lukisan-lukisan yang terdapat di langit-langit Bale Kambang mengambil tema dari kisah Ramayana dan Sutasoma. Di sepanjang dinding jembatan menuju Bale Kambang terdapat patung-patung yang menggambarkan tokoh-tokoh dari kisah pada lukisan di langit-langit.

 

Berjalan kaki dari Bale Kambang menuju bangunan Museum Semarajaya, di tengah-tengah Anda bisa melihat Gapura Pemedal Agung, sisa dari gapura Keraton Semarapura. Semula gapura ini merupakan pintu gerbang masuk ke Jeroan atau bagian dalam keraton yang menjadi tempat tinggal raja dan keluarganya. Sedangkan Museum Semarajaya merupakan museum yang berisi arsip dan foto-foto terkait kehidupan di masa kerajaan Klungkung, serta beberapa barang peninggalan kerajaan dan kehidupan masyarakat Klungkung di masa lalu. Di museum ini terdapat denah keraton yang menunjukkan bentuk awal dari Keraton Semarapura sebelum hancur akibat puputan pada tahun 1908.


Labels: bali , kertagosa , klungkung , lukisan



Artikel Menarik Lainnya

10 Hal Dilakukan di Mentawai
 
Semalam di Baduy Ditemani Sebungkus Mie
 
DANAU BATUR AKAN DISULAP MENJADI GEOPARK PERTAMA DI INDONESIA
 
Satu Bali, Ragam Makna
 
Desa Trunyan, Tempat Buang Mayat Paling Legendaris
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password