![]() |
|
1. Tabanan
Ruko Bayu Semana, Jl. Gajah Mada No. 7-8
Telp : 0361-814899
Fax : 0361-814951
2. Gianyar
Jl. Ciung Wanara No.17 Gianyar
Telp : 0361-955383
Fax : 0361-955386
3. Singaraja
Jl. Gajah Mada No. 112, Singaraja - Bali
Telp : 0362-29050
Fax : 0362-29232
4. Denpasar
Jl. Gatot Subroto Barat No 101 X
Telp : 0361-428811
Fax : 0361-421132
Saat jalan-jalan di daerah kuta, kami melihat ada iring-iringan masyarakat Bali yang akan mengadakan upacara Ngaben. Ngaben diambil dari kata beya yang artinya bekal dan dapat juga diambil dari kata ngabu (menjadi abu).
Ngaben adalah upacara penyucian roh (atma) yaitu dengan melakukan prosesi pembakaran jenasah. Badan manusia terdiri dari badan kasar, halus, dan karma. Badan kasar dibentuk dari 5 unsur (panca maha bhuta) yaitu zat padat (pertiwi), cair (apah), panas (teja), angin (bayu), dan ruang hampa (akasa). Kelima unsur tersebut menyatu membentuk tubuh manusia yang digerakkan oleh roh (atma). Saat manusia meninggal, maka yang mati hanyalah badannya saja dan atma atau rohnya masih tetap hidup. Jadi ngaben itu adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar.
Dalam agama hindu, diyakini bahwa dewa brahma (dewa pencipta) itu adalah dewa api, maka dari itu proses penyucian itu menggunakan api (dibakar). Pelaksanaan ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang ditentukan oleh pedanda (pemimpin upacara).
Mayat kemudian ditempatkan pada “bade dan lembu” yang terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan beberapa bahan lainnya. Pada saat upacara dilaksanakan, mayat terlebih daulu dibersihkan yang disebut dengan “nyirami”. Lalu diberi pakaian seperti orang yang masih hidup.
Selama diperjalanan, bila menemui pertigaan atau perempatan, maka “bade” akan diputar sebanyak 3 kali. Setelah sampai ditempat upacara, mayat yang sudah diletakan di “lembu” itu kemudian dibakar sambai menjadi abu. Lalu abu tersebut dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Saat upacara ngaben ini berlangsung, suasananya sangat meriah karena masayarakat Bali meyakini bahwa menagisi orang yang telah meninggal itu dapat menghambat perjalanan arwah menuju ke tempatnya.
Labels: bali , upacara ngaben
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.













