Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1520
Total Member
12836





Home > Article

15 May 2012 | Bali | Wisata Budaya
Meriahnya Upacara Ngaben Bali
desy riani wulandari
Adventurer
Rate
Share  

1. Tabanan
    Ruko Bayu Semana, Jl. Gajah Mada No. 7-8 
    Telp : 0361-814899
    Fax  : 0361-814951

 

2. Gianyar
    Jl. Ciung Wanara No.17 Gianyar
    Telp : 0361-955383
    Fax  : 0361-955386

 

3. Singaraja
    Jl. Gajah Mada No. 112, Singaraja - Bali
    Telp : 0362-29050
    Fax  : 0362-29232

 

4. Denpasar
    Jl. Gatot Subroto Barat No 101 X
    Telp : 0361-428811
    Fax  : 0361-421132

Saat jalan-jalan di daerah kuta, kami melihat ada iring-iringan masyarakat Bali yang akan mengadakan upacara Ngaben. Ngaben diambil dari kata beya yang artinya bekal dan dapat juga diambil dari kata ngabu (menjadi abu).

 

Ngaben adalah upacara penyucian roh (atma) yaitu dengan melakukan prosesi pembakaran jenasah.  Badan manusia terdiri dari badan kasar, halus, dan karma. Badan kasar dibentuk dari 5 unsur (panca maha bhuta) yaitu zat padat (pertiwi), cair (apah), panas (teja), angin (bayu), dan ruang hampa (akasa). Kelima unsur tersebut menyatu membentuk tubuh manusia yang digerakkan oleh roh (atma). Saat manusia meninggal, maka yang mati hanyalah badannya saja dan atma atau rohnya masih tetap hidup. Jadi ngaben itu adalah proses penyucian atma/roh saat meninggalkan badan kasar.

 

Dalam agama hindu, diyakini bahwa dewa brahma (dewa pencipta) itu adalah dewa api, maka dari itu proses penyucian itu menggunakan api (dibakar). Pelaksanaan ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang ditentukan oleh pedanda (pemimpin upacara).

 

Mayat kemudian ditempatkan pada “bade dan lembu” yang terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan beberapa bahan lainnya. Pada saat upacara dilaksanakan, mayat terlebih daulu dibersihkan yang disebut dengan “nyirami”. Lalu diberi pakaian seperti orang yang masih hidup.

 

Selama diperjalanan, bila menemui pertigaan atau perempatan, maka “bade” akan diputar sebanyak 3 kali. Setelah sampai ditempat upacara, mayat yang sudah diletakan di “lembu” itu kemudian dibakar sambai menjadi abu. Lalu abu tersebut dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Saat upacara ngaben ini berlangsung, suasananya sangat meriah karena masayarakat Bali meyakini bahwa menagisi orang yang telah meninggal itu dapat menghambat perjalanan arwah menuju ke tempatnya.


Labels: bali , upacara ngaben



Artikel Menarik Lainnya

Desa Trunyan, Tempat Buang Mayat Paling Legendaris
 
Cap Go Meh di Kota Singkawang
 
Menyambangi Keanggunan Barak Militer Bantir
 
Budaya Dibalik Tenun Songket, Desa Sukarare, Lombok
 
#Budaya Negeriku- Warisan Budaya Kuliner Nusantara  Go Internasional
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password