Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1521
Total Member
13900





Home > Article

15 May 2012 | Bali | Wisata Kota
Nyepi, Tahun Baru Caka untuk Hidup yang Baru
Rangga Yudhika
Adventurer
Rate
Share  

1. Tabanan
    Ruko Bayu Semana, Jl. Gajah Mada No. 7-8 
    Telp : 0361-814899
    Fax  : 0361-814951

 

2. Gianyar
    Jl. Ciung Wanara No.17 Gianyar
    Telp : 0361-955383
    Fax  : 0361-955386

 

3. Singaraja
    Jl. Gajah Mada No. 112, Singaraja - Bali
    Telp : 0362-29050
    Fax  : 0362-29232

 

4. Denpasar
    Jl. Gatot Subroto Barat No 101 X
    Telp : 0361-428811
    Fax  : 0361-421132

St. Augustine (354-430):
The world is a book,
And those who do not travel,
Read only a page.

 

Bukan dunia yang berputar begitu cepat. Bukan juga detik jam yang akhir-akhir ini terasa berdetak semakin cepat. Mungkin sebenarnya manusia sendiri yang justru terjebak dalam gelombang super cepat ini.

 

Slogan “the world is in our hand” memungkinkan segalanya menjadi super cepat, begitu dinamik namun terkadang justru menimbulkan kepenatan. Bukan lagi satuan menit yang menjadi batas kesabaran kita, namun satuan detik.
Setiap kali merasakan kepenatan atau terperangkap dalam hiruk pikuk rutinitas dan kegiatan yang super cepat ini, saya selalu teringat akan pengalaman yang begitu berharga ketika merasakan suasanya Nyepi di Bali.

 

Stopping for a while to run even faster after is a good option.

 

Tidak ada salahnya untuk sekedar berhenti sejenak dari berbagai tekanan dan kepenatan untuk kemudian me-recharge diri kita secara maksimal untuk melesat lebih cepat.

 

Bagi kita yang tinggal di kota besar khususnya, mungkin Nyepi tidak lebih dari sebuah tanggal merah untuk berlibur. Namun cobalah untuk berada di Bali selama periode Nyepi, anda akan merasakan suasana dan kesan yang begitu mendalam untuk memaknai makna dari sebuah prosesi Nyepi, meskipun hanya dalam skala yang kecil.

 

Upacara untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan sekitarnya tampak pada upacara Mecaru, sehari sebelum hari raya Nyepi. Kegiatan “bersih-bersih” diri dan lingkungan tampak di segala sudut rumah dan sekelilingnya.

 

Upacara pengerupukan yang berisi arak-arakan ogoh-ogoh mempunyai makna untuk membuang hal-hal yang bersifat negatif dan jahat. Secara sederhana Nyepi yang juga disebut Tahun Baru Caka dapat diartikan sebagai moment untuk melakukan refleksi pribadi. Proses berlangsung dari mulai pukul enam pagi hingga enam pagi keesokan harinya.

Pada satu hari sebelum Nyepi, saya sempat tidak percaya ketika teman saya mengatakan bahwa semua siaran televisi dan radio akan diacak. Faktanya hal tersebut memang benar. Semua siaran tidak dapat ditampilkan. Tujuannya ternyata satu, untuk menghindari segala hal yang dapat menganggu prosesi nyepi.

 

Pada hari Nyepi, segala hal yang dapat menghambat untuk mencapai tujuan untuk berefleksi sangatlah dilarang. Larangan untuk pencahayaan dan perapian, larangan untuk beraktifitas, larangan untuk kegiatan hiburan atau kesenangan, larangan berwisata, dan bahkan bagi sebagian umat juga terdapat larangan untuk berbicara atau mengkonsumsi makanan mutlak berlaku selama hari Nyepi.

 

Nyepi tidak hanya sekedar berdiam diri, berpuasa dan melakukan meditasi selama sehari penuh. Nyepi memiliki makna yang begitu dalam, baik sebagai perenungan dan evaluasi pribadi, maupun sebagai korelasi dengan sesama, lingkungan dan Tuhan.

 

Uniknya, karena hari Nyepi ketika itu bertepatan dengan hari Jumat, nilai toleransi umat beragama justru sangat terlihat ketika umat muslim tetap diperbolehkan untuk melakukan sholat Jumat di masjid. Bukankah fakta ini terdengar begitu indah ketika saat ini seringkali terdengar konflik antar-agama?
Meditation for self-healing and self-reconcilitation.

 

Cerita dalam film Eat Pray Love sangat menggambarkan bagaimana meditasi atau keheningan dapat membuat hidup justru terasa semakin hidup.

 

Di sepanjang hari itu, tidak ada kegiatan berarti yang saya lakukan, selain berdiam diri. Deburan ombak menemani saya ketika berjemur di pinggir kolam di siang hari, persis seperti yang dilakuan oleh bule-bule itu. Yang membedakan, jika bule-bule itu tahan berjam-jam berjemur hanya dengan memakai pakaian yang “compact”, saya yang justru memakai pakaian lengkap harus quit from the game paling awal. Alasannya tidak lain, kulit yang sudah terbakar sinar matahari.

 

Suasana di dalam penginapan begitu hening. Tidak ada listrik yang menyala selain listrik di masing-masing kamar. Pancuran air kolam ikan pun tidak dinyalakan. Tampaknya ikan-ikan pun merasakan suasana sepi. Mendekati malam, ruangan yang hanya sedikit diterangi oleh lilin-lilin menambah sunyi suasana tenang. Hanya ada satu petugas hotel yang berjaga-jaga dengan senter kecil di tangan.

 

Suara jangkrik yang selama ini jarang saya perhatikan justru menjadi satu-satunya suara indah di malam itu sekaligus menemani gemerlapnya bintang-bintang di langit.

 

Keheningan dan kesunyian selama 24 jam itu memberi kesan mendalam bagi saya. Terkadang, hanya dengan membayangkan suasana di hari Nyepi itu, sudah cukup untuk membawa saya ke dalam nafas panjang saat berada di tengah-tengah kesibukan.

Alhasil, selain mengisi baterai kehidupan spiritual, hari Nyepi juga telah berhasil menghemat tiga ribu kiloliter bensin dan lebih dari empat miliar rupiah penghematan pemakaian listrik di pulau Bali.

 

Makna lain yang saya dapat dari memaknai Nyepi yaitu, “tempat meditasi sendiri sebenarnya bukan di Bali, tapi justru di hati kita sendiri.” Kehidupan yang baru senantiasa ada di hati kita masing-masing.

 

* Jadi, sudah bersiap memesan tiket untuk menikmati Nyepi selanjutnya di Bali? Get Ready!

 

Vincent van Gogh (1853- 1890)
"If one really loves nature, one can find beauty everywhere.”

 

@ranggayudhika         -     Indonesia.Is.Me
www.ranggayudhika.multiply.com
Travelling while u r still breathing

 


Labels: Bali , Nyepi , Backpack , Travelling , Indonesia



Artikel Menarik Lainnya

Potensi Wisata Alam Sukabumi
 
Tanjakan Tiada Maaf Gunung Cikuray
 
2 Day trip ke Martapura (Kalimantan Selatan )
 
Tanjung Layar, Si Karang Kembar
 
Desa Trunyan, Tempat Buang Mayat Paling Legendaris
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password