Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1521
Total Member
14505





Home > Article

17 May 2012 | Bali | Wisata Kota
Sehari di Kuta - Bali, Berjuta Pengalaman
Lenny
Explorer
Rate
Share  

1. Tabanan
    Ruko Bayu Semana, Jl. Gajah Mada No. 7-8 
    Telp : 0361-814899
    Fax  : 0361-814951

 

2. Gianyar
    Jl. Ciung Wanara No.17 Gianyar
    Telp : 0361-955383
    Fax  : 0361-955386

 

3. Singaraja
    Jl. Gajah Mada No. 112, Singaraja - Bali
    Telp : 0362-29050
    Fax  : 0362-29232

 

4. Denpasar
    Jl. Gatot Subroto Barat No 101 X
    Telp : 0361-428811
    Fax  : 0361-421132

Kuta adalah sebuah kawasan di bagian selatan pulau Bali. Awalnya tempat ini hanya berupa perkampungan nelayan bagi penduduk setempat. Dikarenakan lokasi yang cukup terjangkau dari bandara, serta potensi wisatanya maka Kuta mulai berkembang. Para penduduk setempat mulai mendirikan penginapan serta menyewakan rumah mereka. Sebut saja Poppies Lane, maka anda akan teringat dengan gang kecil yang dipenuhi penginapan murah yang sesuai kantong backpacker. Walaupun hanya gang, aktivitasnya cukurp ramai. Toko pakaian, souvenir, restoran bahkan tukang jahit berdesakan dalam gang. Ditambah lagi dengan mobil yang memaksa masuk ke jalan kecil tersebut. Tidak mau kalah, jajaran hotel berbintang pun hadir meramaikan pariwisata Kuta. Sebut saja Hard Rock Hotel dengan logo papan selancarnya membuat saya dan wisatawan lainnya ingin berpose disana pertanda telah menginjakkan kaki di Bali.

Tujuan utama wisatawan ke kuta memang tidak lain dan tidak bukan karena terpikat pasir putih pantai kuta serta sinar matahari. Aktivitas para wisatawan asing khususnya yang berasal dari negeri dingin sudah dapat ditebak. Aplagi jika bukan berjemur. Wanita berbikini ada dimana mana. Tua maupun muda. Hal ini sangat kontras sekali dengan wisatawan lokal ataupun para pedagang lokal yang justru memakai pakaian serba tertutup dan lengan panjang serta ditambah pula dengan topi. Takut hitam soalnya :D

Untuk mencapai pantai ini, sangat mudah. Pantai kuta yang dibatasi oleh tembok ini berada tepat di sisi jalan dan tidak dikenakan biaya masuk. Dibalik itulah anda dapat melihat hamparan pasir putih serta deburan ombak yang ditunggangi para peselancar. Setibanya disana, anda akan ditawari untuk menyewa tempat duduk panjang yang bisa digunakan untuk berbaring dengan satu payung besar. Harganya cukup berat dikantong tetapi demi menikmati keindahan alam, saya rasa harganya cukup sepadan. Baru duduk sebentar, sudah lewat berbagai ibu ibu yang menawarkan berbagai macam jasa. Jasa memijit, mengepang rambut, manicure -pedicure, cabut alis,mewarnai kuku hingga menjual barang kerajinan. Dengan berat hati, semua saya tolak hingga akhirnya datang seorang pemuda umur 30-an yang menawarkan jasa tato.

Gayanya terkesan seperti "bad boy" dipadukan topi serta kaca mata hitam. Dengan merangkul tas ransel, dia memamerkan hasil karya tatonya yang beberapa juga dapat dilihat di bagian tubuhnya. Saya tertarik dan proses tawar menawar terjadi. Kami sepakat dengan harga Rp.50.000 untuk tato temporary di kaki kanan saya. Soalnya ini sudah termasuk dalam TO DO LIST saya ketika ke Bali :D . Hasilnya tidak mengecewakan dan tahan kurang lebih 3 minggu.

Selepas dari pantai Kuta, saya menuju monumen Bom Bali. Monumen peringatan bagi 202 korban ketika peristiwa naas itu menjadi salah satu obyek wisata yang sayang jika dilewatkan. Tampak beberapa wisatawan asing membawa rangkaian bunga dan berdoa khusyuk. Tempat ini akan lebih ramai setiap tanggal 12 Oktober karena keluarga korban dan perwakilan negara akan mendoakan para korban di sore harinya dalam acara "Paddle for Peace".

Lanjut dari monumen Bom Bali, saya memutuskan mengistirahatkan badan serta mengisi perut di salah satu restoran. Suasana sore di bali mulai dipadati para pengunjung. Pantai mulai tutup dan wisatawan mulai memadati restoran, bar dan pub yang menjamur di sekitar kawasan. Saya sangat menikmati aktivitas duduk di pinggir jalan ini. Begitu banyak hal unik yang dapat dilihat. Contohnya wisatawan asing yang mengendarai motor rentalnya. Motor ini juga berfungsi membawa papan selancar dan tentunya telah dimodifikasi sedemikian rupa. Sungguh kreatif.

Selain itu, saya juga merasa aman berada disini. Saya tidak merasa was was berjalan kaki di malam hari menyusuri gang gang kecil. Begitu juga ketika melihat wisatawan asing yang mulai mabuk di dini hari. Mungkin bagi wisatawan asing ini, mereka merasa berada di negaranya sendiri. Penduduk setempat juga sangat ramah. Mereka akan menolong jikalau kita tersesat. Walaupun hingar bingar dunia modern yang menyelimuti Bali, mereka tetap menjaga budaya lokal. Sering saya jumpai setiap pagi dan sorenya mereka tetap bersembahyang dan meletakan sesajen di depan rumah. Begitu juga ornamen khas bali tidak tergantikan dengan budaya barat.

Saya rasa inilah yang terus membuat Bali menjadi magnet bagi wisatawan mana pun. Satu hari disini, hanya membuat saya semakin penasaran akan pesona pulau dewata ini.  Kuta - Bali, tunggulah saya. Aku pasti akan kembali lagi.


Labels: bali ; pantai ; tato ; kuta



Artikel Menarik Lainnya

2 Day trip ke Martapura (Kalimantan Selatan )
 
Desa Trunyan, Tempat Buang Mayat Paling Legendaris
 
#BudayaNegeriku Wisata Marathon di Kota Pelajar
 
#Budaya Negeriku - Jember Fashion Carnival, Budaya Modern masa kini
 
#BudayaNegeriku - Menengok Seni Berbalas Pantun Dalam Pernikahan Adat Melayu Karimun
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password