![]() |
|
1. Mataram
Jl. Pejanggik No 65 A-B
Telp : 0370-673195
Fax : 0370-673139
2. Selong
Jl. Prof. M. Yamin 45
Telp : 0370-635550
Fax : 0376-21400
3. Sumbawa
Komp. Pertokoan,
Jl. Udang 8 C - D, RT 02 / RW 02
Telp : 0371 - 625550
Sade. Seakan sudah satu paket dengan Pantai Kute. Jika wisatawan meniatkan diri berkunjung ke Kute, Sade tak boleh dilewatkan. Sebab, dua objek wisata ini terletak satu rute. Sama-sama di bagian selatan Kabupaten Lombok Tengah.
Apa yang menarik dari Sade? Inilah sebuah desa. Tempat bermukim Suku Sasak, suku asli Pulau Lombok. Desa ini masih mempertahankan ketradisionalannya. Anda bisa menemukan rumah-rumah yang terbuat dari atap jerami, dinding bambu, dan alas tanah. Beberapa rumah atapnya menjorok rendah. Sehingga, orang yang hendak masuk ke rumah, baik pemilik maupun wisatawan (untuk melihat-lihat), harus menundukkan kepalanya. Saya kira, sebuah kesengajaan. Menundukkan kepala, tanda hormat pada sang empu rumah.
Dan, terlontarlah cerita unik dari warga Desa Sade. Lantai rumah mereka terbuat dari campuran tanah dan kotoran sapi. Terkesan menjijikkan. Tapi, jangan salah. Ada maksudnya. Campuran ini justru membuat suhu di dalam rumah tetap terjaga. Jika cuaca di luar panas, suhu dalam rumah tetap sejuk. Kalau cuaca dingin, dalam rumah justru hangat. Terbayang kan kecerdasan yang dimiliki oleh para orangtua Suku Sasak di Desa Sade yang diwariskan hingga detik ini.
Penggunaan kotoran sapi juga dimaksudkan sebagai penghormatan bagi sapi. Sapi, diyakini oleh warga Desa Sade sebagai simbol kemakmuran. Sapilah yang membantu warga Sade yang notabene petani, untuk membajak sawah. Sehingga, tak jarang Anda juga akan jumpai tanduk sapi yang dipajang di dinding atas rumah.
Bercengkramalah dengan warga Sade. Mereka ramah. Para perempuan kebanyakan kerja sebagai penenun. Mereka menenun dengan alat manual di teras rumah. Anda bisa bercakap-cakap dengan mereka. Tentu, bila Anda tidak mahir berbahasa Sasak, cukuplah Anda diladeni dengan bahasa Indonesia. Jika ada bule, akan ada pemandu wisata yang akan menjelaskan dengan bahasa Inggris. Mengenalkan seluk-beluk Sade.
Ke Sade tanpa belanja kain tenun, rasanya kurang afdol. Ragam bahan kain, corak tenun, ukuran, serta harga bisa Anda temukan di sini. Bagi lokal Indonesia, Anda bisa dapatkan harga Rp50 ribu. Itu bisa ditawar, kok. Bagi bule, harganya kisaran Rp400 ribu - Rp500 ribu. Ini buat Anda penggemar kain tenun tradisional, Anda bisa tawar-menawar. Bagi yang tidak, cukuplah meraba-raba selera Anda. Kalau pun tidak untuk Anda pakai dalam pesta atau selebrasi tertentu, bisa Anda pajang di dinding rumah. Sehelai kain yang akan bercerita panjang lebar tentang kunjungan Anda ke Lombok.
Jika kurang tertarik kain, ada alternatif lain, yakni pernak-pernik berupa gelang, kalung, mainan dari kayu, dan sebagainya. Biasanya, anak-anak kecil yang menjualnya di depan rumah mereka. Sapalah mereka. Senyum ramah dan godaan-godaan kecil a la penjual akan menghampiri Anda. Dengan merogoh kocek sekitar Rp5 ribu untuk masing-masing item, tidakkah itu murah? Tentu, Anda harus bertarung dengan pilihan-pilihan yang Anda buat. Tergantung selera juga. Jangan paksakan diri.
Bagi Anda yang tidak doyan belanja barang, namun lebih suka eksplorasi alias belanja pengalaman, berada di desa seluas lima hektare pasti akan menyenangkan. Anda bisa menghirup udara di kawasan yang berada di bukit kecil ini, sembari melemparkan pandangan ke sekeliling. Aura tradisional bisa Anda sesap. Interaksi dengan orang lokal, tak bisa Anda hindari. Dan, bukankah hal itu jauh lebih menyenangkan? Anda akan punya segudang cerita untuk dibawa pulang dan bagikan pada orang-orang terkasih.
Untuk itu, jika lebih suka eksplorasi sendiri, saya sarankan untuk tidak memakai jasa pemandu wisata. Langsung menyeburkan diri di tengah-tengah warga lokal, itu lebih menyenangkan, saya kira. Kecuali Anda punya rasa was-was tinggi, silakan gunakan jasa pemandu. Ini hanya masalah pilihan. Dan, bukankah dengan memakai pemandu, Anda juga sekaligus berpartisipasi meningkatakan ekonomi masyarakat Sade?
Sayang seribu sayang, saya hingga saat ini, belum berkesempatan menginap di salah satu rumah warga Sade. Sehingga, saya belum bisa berbagi kesan dan pengalaman. Sepertinya menarik.
Anda mau jadi yang pertama? Saya tantang Anda.
Labels: Sade , desa , tradisional , Suku Sasak , Lombok , Kute , NTB
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.







