Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1519
Total Member
12314





Home > Article

23 May 2012 | Nusa Tenggara Barat | Wisata Alam
Kabut Hujan Gunung Rinjani 3.726 Mdpl
Teguh Tofik Hidayat
Explorer
Rate
Share  

1.  Mataram
     Jl. Pejanggik No 65 A-B
     Telp : 0370-673195
     Fax  : 0370-673139

 

2. Selong
     Jl. Prof. M. Yamin 45
     Telp : 0370-635550
     Fax  : 0376-21400

 

3. Sumbawa
     Komp. Pertokoan,
     Jl. Udang 8 C - D, RT 02 / RW 02
     Telp :  0371 - 625550
 

Taman Nasional Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu gunung favorit para pendaki lokal maupun pendaki internasional karena keindahan alamnya yang sangat memukau. Saya pun sangat tergoda untuk melihat secara langsung keindahan Gunung Rinjani tersebut. Setelah mengatur jadwal cuti dan mencari teman akhirnya saya bisa melihat langsung keindahan Gunung Rinjani.

Awal perjalanan, saya terbangun tepat jam 08.00 WIB setelah 2 hari sebelum keberangkatan harus menunaikan kewajiban kerja dari pagi sampe malam.
Sms dari seorang teman saya terus berbunyi menanyakan kapan akan berangkat menuju bandara dan dimana meeting point. Segeralah saya mandi & segera angkat daypack  yg sudah di pack pada malam hari dan setelah berpamitan kepada orang rumah saya segera berangkat menuju ke meeting point yg udah ditentukan. Setelah bertemu dengan beberapa teman yang akan menjadi teman mendaki, saya langsung isi tambahan logistik dan berangkat menuju bandara.

Sampai dibandara kami bersegera menuju check in counter karena kami tidak ingin terlambat dalam penerbangan menuju bali. Kami memang sengaja transit bali dahulu dikarenakan tiket langsung yang menuju lombok sangat mahal. Sampai dibali kami bersegera mencari angkutan untuk mengantar kami menuju terminal ubung dimana disanalah kami akan kembali mencari angkutan untuk mencapai pelabuhan padang bai dan menyeberang kepulau lombok,

Sampai di pelabuhan padang bai kami langsung didatangi oleh seorang calo tiket yang memberitahukan bahwa kapal tercepat malam itu akan segera berangkat. Sebenarnya tidak usah khawatir kehabisan kapal untuk menyeberang karena menurut jadwal yang saya lihat jam pemberangkatan kapal itu tiap 1 jam sekali ada. Dengan pertimbangan mempersingkat waktu maka kami sepakat untuk membeli tiket di calo tersebut untuk menyeberang menggunakan kapal tercepat tersebut. Disini ada sedikit keanehan dari harga tiket yang ditawarkan calo tersebut dengan harga resmi yang tertera di loket yaitu sama-sama seharga Rp. 31.000 untuk 1 orang. Dikapal tidak ada kegiatan berarti yg kami lakukan hanya tidur karena untuk menjaga kondisi tubuh kami untuk melakukan pendakian gunung rinjani. Menjelang subuh kami sudah merapat di pelabuhan lembar dan bersegera turun langsung mencari mushola dan selesai melaksanakan ibadah sholat subuh kami bersama-sama sarapan sambil menunggu teman dari mataram yang akan menjemput dan mengantar kami mendaki gunung rinjani. Setelah menunggu sekitar 1 jam teman dari mataram yang akan mengantar kami pun datang menjemput menggunakan mobil yang memang sudah dipersiapkan untuk kami carter karena kami tidak ingin repot apabila menaiki angkutan umum untuk menuju sembalun. Perjalanan mataram – sembalun lumayan berat walaupun naik mobil karena medan jalan yang sedikit rusak serta tanjakan-tanjakan curam yang mengharuskan kami turun beberapa kali agar mobil bisa melewati tanjakan tersebut. Sampai disembalun langsung ganti baju & titip barang-barang yang tidak mungkin terpakai di gunung nanti dan sekitar jam 16.45 perjalanan pun dimulai dengan melewati ladang penduduk setempat, masuk hutan sedikit kami langsung disuguhi oleh hamparan sabana rinjani yang eksotis yang terlihat  landai tapi lumayan membuat nafas kami ngos-ngosan.
Sekitar jam 17.30 sampailah kami di jembatan yang menghubungkan jalur sembalun yg sebenarnya karena kami memotong  jalur agar hemat waktu. Dijembatan inilah kami beristirahat sejenak sambil mengambil beberapa foto. Lanjut ke pos 1 dengan medan tetap sabana sepanjang mata memandang. Sampai pos 1 kami kembali beristirahat serta mengambil beberapa foto dilanjut ke pos 2 dengan target awal hari ini untuk mengistirahatkan mata & badan. Sampai di pos 2 hari sudah gelap maka bersegeralah kami mendirikan tenda untuk tempat istirahat kami malam ini sambil beberapa orang menyiapkan makan malam. Selesai makan kamipun bersegera beristirahat tidur karena esok pagi kami harus kembali berjalan menuju plawangan sembalun.

Pagi hari yang cerah di pos 2 dengan puncak gunung rinjani melambai-lambai membuat kami bersemangat untuk segera packing, makan & melanjutkan perjalanan menuju plawangan sembalun dengan medan masih berupa sabana sebelum akhirnya pendakian sesungguhnya di tanjakan penderitaan.

Setelah berjalan +/- 1 jam sampailah kami di pos 3 dengan cuaca berkabut. Di pos 3 ini kami kembali beristirahat sambil bersenda gurau sedikit dengan para monyet. Karena perjalanan masih jauh maka kami pun bergerak meninggalkan pos 3 dan disinilah pendakian sesungguhnya baru dimulai, tanjakan-tanjakan terjal menunggu kami didepan yang membuat saya ngos-ngosan. Perjalanan semakin berat dikarenakan kabut tebal menemani kami dan mulai menurunkan titik hujan yang awalnya kecil menjadi semakin membesar yang mengharuskan kami membuka flysheet menunggu hujan reda. Hujan pun mereda, kami melanjutkan perjalanan yang ternyata cuaca semakin dan hujan semakin besar serta kabut tebal mengiringi perjalanan kami yang membuat kondisi badan drop. Akhirnya plang plawangan sembalun terlihat yang membuat saya sedikit bersemangat untuk menuju puncak bukit yang ternyata setelah sampe puncak bukit plawangan kami harus berjalan kembali sekitar 500 M untuk menuju tempat camp. Segeralah saya berjalan melipir bukit dan akhirnya sampai juga kami di camp plawangan dengan suguhan view sunset segara anak. Sampai tenda, ganti baju kering, makan langsung tidur dikarenakan badan sudah sangat drop dengan asumsi dinihari nanti summit attact yang ternyata hujan masih terus menemani kami yang mengharuskan kami mengurungkan niat untuk summit attact dan melanjutkan tidur kembali. Pagi hari diplawangan sembalun kami hanya mengobrol dan berjalan-jalan disekitar camp saja karena hujan terus mengguyur kami sampai sore hari yang membuat kami tertahan untuk menuju puncak gnung rnjani. Malam pun datang maka kami beristirahat tidur sambil berharap cuaca dini hari nanti tidak hujan agar kami bisa menuju puncak gunung rinjani.

Dini hari sekitar jam 03.00 WITA kami bergegas bangun untuk summit attact gunung rinjani dengan cuaca sangat mendukung dipenuhi bintang & semilir angin plawangan yang sebenarnya membuat saya malas untuk jalan tapi demi puncak gunung rinjani rasa malas itupun kami lawan. Selesai menghangatkan badan dengan beberapa batang rokok dan kopi serta sedikit makanan kecil untuk mengganjal perut  kami pun berdoa demi keselamatan dan kesuksesan mencapai puncak gunung rinjani.

03.30 WITA summit attact dimulai dengan medan tanjakan terjal untuk menuju punggungan puncak gunung rinjani. Sebelum subuh kami sudah berada di punggungan puncak semua. membasahi tenggorokan dengan beberapa teguk air langsung berjalan menyusuri punggungan dengan medan yang lumayan bersahabat tapi cuaca berkabut tebal serta suhu udara yang lumayan dingin terbukti dengan adanya kristal2 es di pelupuk mata dan jaket. Satu persatu kami sampai dipuncak tertinggi tanah pulau lombok dan karena cuaca yg sangat tidak mendukung kami tidak berlama-lama di puncak gunung rinjani hanya sekedar sujud syukur kaena telah berhasil mencapai puncak gunung rinjani dan sedikit foto-foto kami  langsung turun kembali ke plawangan mencari sedikit matahari untuk menghangatkan badan. Setelah semua kembali berkumpul di plawangan ternyata hujan kembali turun yang mengharuskan kami bermalam kembali di plawangan serta tidak jadi berkunjung ke segara anak dikarenakan waktu & logistik yang tidak memadai.

Esok hari cuaca tidak kunjung membaik serta kabut dan rintik-rintik hujan dan karena alasan waktu serta logistik yang sudah habis kami pun segera packing dan turun kembali via sembalun serta harus merelakan segara anak. Perjalanan turun kami tercecer kembali karena medan turunan terjal dan kondisi tubuh yang sudah drop serta hujan menemani sepanjang perjalanan turun sampe pos sembalun.

Akhirnya kami tiba di sembalun dengan selamat semua langsung disambut nasi bungkus yang udah di pesan terlebih dahulu oleh teman yang sudah sampai terlebih dahulu. Ima Setelah selesai beres-beres dan mandi serta ganti baju kami bersegera kembali kekota mataram. Terima kasih tuhan karena telah memberi kesepatan kepada kami untuk menikmati keindahan ciptaanmu.


Labels: RINJANI , SEGARA ANAK , LOMBOK , NTB



Artikel Menarik Lainnya

Tanjakan Tiada Maaf Gunung Cikuray
 
berkunjung ke bandung timur
 
Mengikuti jejak \
 
Tanjung Layar, Si Karang Kembar
 
Mengenal Pulau Kaung
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password