![]() |
|
1. Mataram
Jl. Pejanggik No 65 A-B
Telp : 0370-673195
Fax : 0370-673139
2. Selong
Jl. Prof. M. Yamin 45
Telp : 0370-635550
Fax : 0376-21400
3. Sumbawa
Komp. Pertokoan,
Jl. Udang 8 C - D, RT 02 / RW 02
Telp : 0371 - 625550
Penulis : Dian Sundari
=================================
Memangnya definisi “surga” itu apa sih..???
Yang jelas di pelosok Kecamatan Jerowaru (Lombok Timur), ada suatu pantai terpencil yang dinamakan Heaven of The Planet atau Ocean Heaven atau Laut Surga. Lokasinya berada diujung selatan Teluk Ekas, kira-kira 50 km dari Kota Selong (Ibukota Kabupaten Lombok Timur).
Tempat itu, Heaven of The Planet merupakan sebuah Resort milik asing (tentu saja..) begitu terpencil dan begitu private-nya, sehingga tidak sembarang “tamu” yang bisa berkunjung.
“Planet nya sedang ditutup untuk umum, sedang ada tamu..” kata seorang pemuda setempat yang kami temui di dekat pintu gerbang bertuliskan “Welcome to the Heaven of The Planet”.
Orang setempat memang hanya menyebutnya dengan Planet untuk Resort tersebut. Demi mendengar keterangan itu, kami pun tidak berani memasuki area tersebut, dan mengambil jalan lurus ke arah Pantai Surga yang juga ditunjukan pemuda tadi.
Pantai Surga berada lebih ke selatan dari wilayah pantai Resort Heaven of The Planet tadi. Di sini juga sudah dibangun sebuah Resort yang bernama Ocean Heaven, bangunan hotelnya dan taman-tamannya tertata indah, menunjukkan sebuah resort mewah yang tampak masih baru, tapi agak sedikit terbengkalai. Tidak ada siapapun di sana. Lengkungan pantai berpasir putih terhampar didepannya, diapit 2 buah bukit karang bertebing terjal.
Seperti halnya pantai-pantai selatan Indonesia yang menghadap langsung ke Samudra Hindia dengan ombaknya yang bergelora dan dihiasi dengan karang-karang terjal, demikian pula halnya dengan pantai ini. Tebing karangnya yang tinggi menjulang merupakan keindahan tersendiri yang mengundang decak kekaguman, turis mancanegara menyebutnya sebagai “Heaven Rock” saking tingginya. Ombaknya yang besar, menjadikan pantai ini sebagai salah satu surganya para pencari ombak alias peselancar. Tapi, bagi pengunjung yang bukan peselancar, tidak usah khawatir karena ombak besarnya tidak sampai ke tepian pantai pasir putih, sudah pecah duluan oleh karang-karang nun jauh di tengah. Jadi Anda bisa asyik bermain air di pantainya.
Yang perlu dikhawatirkan adalah kondisi jalan menuju ke sana. Selepas kampung terakhir, jalan aspal kecilnya habis dan digantikan jalan tanah menembus belukar, jauh dari mana-mana. Sinyal handphone pun tak menjangkau tempat ini. Sesekali kami berpapasan dengan petani setempat yang mungkin baru pulang dari ladang. Ketiadaan penduduk setempat yang bisa ditanyai membuat kami tersesat arah di beberapa percabangan jalan tanah yang tampak serupa.
Jalan tanah berlumpur sisa guyuran hujan entah kapan, tiba-tiba memerangkap ban mobil AVP sewaan kami hingga kami semua harus turun dari kendaraan. Para cowok yaitu Pak Tisna (supir), Kang Yadi (rekannya Pak Tisna), serta Niko (teman kami), berusaha menyiasati perangkap lumpur dengan ganjalan batu-batu, sementara para cewek menonton dan memfoto. Tapi mobil tidak juga berhasil keluar dari perangkap lumpur, kami harus mencari bantuan penduduk untuk mendorong, tapi kemana harus mencari mereka ??? Tempat ini jauh dari mana-mana, sinyal hp pun blank.
Kang Yadi pun diutus untuk berjalan ke kampung terdekat guna mencari pertolongan, sementara yang lain menunggu. Saya dan 1 teman, iseng-iseng memasuki kebun cabe dan menemukan saung sederhana, ternyata di sini kami dapat sinyal. Segera saja kami menelepon seorang kenalan orang Lombok untuk meminta bantuan, siapa tahu dia punya kenalan penduduk daerah sini. Karena ingin tahu, kami berdua berjalan lebih jauh memasuki kebun yang menyerupai bukit landai hingga menurun ke arah tepi yang ternyata berbatasan dengan pantai tersembunyi. Tebing karangnya menjulang luar biasa tinggi. Ombak lautnya berdebur dahsyat di tengah laut. Pasir pantainya kelihatan begitu putih berkilauan. Nun jauh di seberang teluk sana, terlihat semacam resort. Kami sangat gembira dengan temuan ini dan ingin mengajak teman lainnya yang masih menunggu di sekitar mobil mogok, untuk menuruni jalan setapak yang mengarah ke pantai.
Ketika, kami berdua kembali ke tempat mobil mogok, hanya ada Pak supir saja di sana, ditemani seorang penduduk setempat. Rupanya Kang Yadi berhasil menemui beberapa penduduk yang bersedia membantu mendorong mobil dan membebaskannya dari perangkap lumpur. Teman-teman kami yang lainnya ternyata sudah meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pantai Surga yang rupanya sudah tidak terlalu jauh lagi jaraknya. Mobil terpaksa ditinggalkan karena kondisi jalan yang lebih parah.
Kira-kira 300 meter dari lokasi mogoknya mobil, sampailah kami ke OCEAN HEAVEN, demikian yang tertulis di tembok gerbang resort tersebut. Akhirnya sampai juga kami di surga...setelah perjalanan panjang dan nyasar sana sini.
So...see you in Heaven
======================================================
Labels: Pantai Surga , Lombok Timur , Wisata Lombok
Artikel Menarik Lainnya
| 3 Komentar | Tampilkan |
![]() |
dian sundari 25 May 2012 02:54:40 Photonya keren Makasiiihh... Itu diedit pake Adobe Photoshop Express for Android.. Cobain deh.. ^_^ |
Balas Laporkan |
![]() |
dian sundari 25 May 2012 02:53:27 |
Balas Laporkan |
![]() |
Albert Hartono 24 May 2012 15:35:55 Photonya keren |
Balas Laporkan |
|
Pertama Sebelumnya Selanjutnya Terakhir |
||















