![]() |
|
1. Semarang
Jalan Imam Bonjol No.180
Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
Telp : 024-3584041 (Hunting)
Fax : 024-3584042
2. Kudus
Jl. A. Yani No. 128 A
Telp : 0291-441442
Fax : 0291-444390
3. Pati
Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1,
Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
Telp : 0295-386400
Fax : 0295-382546
4. Tegal
Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
Telp : 0283-322383
Fax : 0283-320714
5. Pekalongan
Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan Pekalongan
Telp : 0285-422008
Fax : 0285-431095
6. Purwokerto
Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
Jl. Jendral Sudirman
Telp : 0281-626028
Fax : 0281-626030
7. Solo
Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
Solo Baru
Telp : 0271-626626
Fax : 0271-626623
8. Klaten
Jl. Pemuda Utara No 113
Telp : 0272-322561
Fax : 0272-322546
9. Yogyakarta
Jl. H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
Telp : 0274 - 555007
FaX : 0274 - 555062
10. Magelang
Jl. Ahmad Yani No. 40
Telp : 0293-363109
Fax : 0293-361246
Sungai adalah ibarat urat nadi kehidupan yang terus memberikan kontribusi untuk menyokong semua mahluk hidup. Sungai ibarat sebuah berkah yang luar biasa, dimana air kehidupan itu ada dan akan terus mengalir. Menjadi pertanyaan, sebatas apakah pemanfaatan sungai hingga saat ini?.
Menjelang akhir pekan, dibawah bendungan PLTA Timo, di Kabupaten Semarang mencoba memakai sungai sebagai sarana rekreasi sekaligus petualangan. Arus yang stabil, deras, dan debit yang cukup menjadi tujuan kami untuk bersenang-senang menikmati aliran sungai dengan mengikuti arusnya.
Ban dalam truk kami pakai, karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada. Hanya itu yang bisa kami gunakan, tetapi masalah keselamatan, tetap menjadi prioritas kami. Helm pengaman untuk kepala dan pelampung adalah perlengkapan wajib.
Dari dusun Timo kamu mulai pengarungan, sambil menikmtai tiap tikungan dan sensasi menabrak bebatuan yang berserakan dimana-mana. Jeram demi jeram menghantam laju roda dalam, dan kedua tangan terus berpegangan sambil sesekali mendayung untuk mengendalikan arah. Teriakan yang memecah derasnya suara air, itu yang kami cari. Adrenalin benar-benar tumpah dan mengalir deras, terlebih lagi saat jatuh dari jeram dan masuk dalam pusaran terombang-ambing sesaat sebelum keluar dari arus yang menghantam.
Jika di telusuri, akan memakan jarak sekitar 18km, sebelum sampai di jembatan Tempuran, tetapi kami tidak akan jauh-jauh sebab banyak daerah yang belum di survey lokasinya. Kami hanya bersenang-senang saja sambil menikmati sejengkal sungai ditaman eden yang pindah disini dan berganti nama menjadi Sungai Tuntang.
Perhatian pemerintah dan dinas terkait, ini potensi wisata yang amat sangat sayang jika di lewatkan. Potensi ini bisa mengerakkan sektor-sektor wisata setempat dan bisa menghidupkan sungai jauh lebih hidup. Sentuhan entrepreneur menjadi operator-operator wisata olah raga arus deras, dibutuhkan untuk membangkitkan rekreasi petualangan.
Sangat disayangkan jika tidak ada yang mau bergerak disini, sebab ada harta karun yang tidak tersembunyi dan tidak usah susah-susah menggali, namun tak tersentuh. Atauakah memang dibiarkan begitu saja agar sempalan sungai di Taman Eden ini tetap ada seperti sedia kala, namun sayang sekali Tuhah menciptakan, kita tidak memanfaatkan.
Labels: tuntang
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.














