Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1520
Total Member
12605





Home > Article

08 June 2012 | Kalimantan Timur | Wisata Alam
Berau Kaya akan Objek Wisata
Fitri Rosdiani
Walker
Rate
Share  

1. Samarinda
    Komp. Sempaja Mas, Jl. K. H. Wahid Hasyim No 1
    Telp : 0541-7770980

 

2. Balikpapan
    Jl. Jend. Sudirman No 287 Rt / Rw. 06
    Telp : 0542-744880
    Fax  : 0542-744870
 

3. Tarakan
    Jl. Mulawarman Rt. 43
    Telp : 0551-35999
    Fax  : 0551-35600
 

Menembus kesejukan pagi, kami melaju dengan cepat ke Cengkareng untuk melakukan perjalanan ke Berau. Akses untuk sampai ke tempat tujuan melewati udara dari Cengkareng  ke Balikpapan dan dari Balikpapan  menuju Berau.  Salah satu Bandar udara terbesar  di Berau bernama Kalimarau.


Berau merupakan sebuah kabupaten yang terdapat di Provinsi Kalimantan Timur.  Ibukota kabupaten terdapat di Tanjung Redeb.

Perjalanan saat itu Alhamdulillah lancar. Kami pun langsung dijemput ke tempat  tujuan.  Istirahat sejenak untuk bersih-bersih terlebih dahulu, kemudian malam hari pun menikmati pemandangan di tepian sungai  Segah dengan dimanjakan wisata kuliner yang ada di sana. Cahaya lampu-lampu sangat indah memantulkan ke air dari sebuah kapal yang ada di dermaga yang terdapat tak jauh dari lokasi tempat makan. 

Kita hanya berdua perwakilan dari kantor yang ditugaskan ke Berau. Alhamdulillah tuan rumah di sana sangat baik sekali.  Kita merasa di wilayah sendiri jadinya.

Tak disia-siakan kesempatan untuk backpackeran di sana, setiap ada kesempatan tanpa mengganggu pekerjaan dengan diantar sama yang ada disana, penjelajahan pun lancar.


Mengelilingi sepanjang sungai Segah, berkunjung ke sebuah Pura yang ada di sana, berhenti sejenak di  keraton Sambaliung. Ternyata posisi kerajaan yang terpecah menjadi dua kesultanan yang bernama kesultanan Sambaliung dan kesultanan Gunung Tabur berada bersebrangan. Saat berkunjung ke Kerajaan Gunung Tabur untuk berkunjung ke museum yang ada di sana ternyata waktunya sudah habis. 
Akhirnya bisa menemui putri yang merupakan saksi sejarah kerajaan Gunung Tabur. Beliau bernama Putri Aji Kanik Barrau Sanipa. Disambut dengan ramah dan menceritakan sejarah pada zaman penjahan Belanda. Berkeliling ruangan yang ada di sana, banyak foto-foto bersejarah di sana. Banyak ilmu yang di dapat. Senja pun keburu datang, kami berpamitan pulang.


Berau sangat kaya dengan kekayaan alam, berupa batubara, berkunjung ke lokasi. Dan perjalanan dilanjutkan ke sebuah perkampungan Dayak yang bernama Bena Baru. Untuk menuju lokasi harus melalui sungai Kelai dengan menggunakan ketinting. Suku Dayak di Bena Baru bernama Dayak Kelay.

Saat itu kebetulan bisa bertemu ketua adat di sana yang bernama Bapak Pasen Gerang yang menjabat juga sebagai kepala sekolah satu-satunya SD yang ada di sana. Bertamu ke rumah seorang penduduk di sana. Mereka sangat ramah dan baik. Mayoritas dari mereka beragama Nasrani dan terlihat juga sebuah Geraja yang baru saja selesai di bangun. Berkeliling perkampungan, tak semua ada di luar rumah, ada sebagian penduduk yang sedang berladang. Akhirnya kita pun pulang.
Sebelum menuju kantor kembali, menyempatkan sebentar berkunjung ke tempat penangkaran buaya yang ada disana. Buayanya gak terlalu banyak, dan kelihatan kurang terurus.


Objek-objek wisata di Berau sangat banyak sekali. Wisata bahari antara lain Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Pabahanan, dan Pulau Maratua.
Akses menuju pulau Derawan dari Tanjung Redeb ke Tanjung batu kurang lebih 2,5 jam. Sedangkan dari Tanjung Batu menuju Pulau Derawan dengan menggunakan speed boat jarak tempuh hanya 30 menit saat itu. Pamandangan alam yang indah. Pohon kelapa melambai-lambai ditiup angin sepoi-sepoi. Bagaikan sebuah refleksi untuk diri saat mata memandang ke laut bebas. Menikmati makanan ikan bakar dan tak ketinggalan sayurannya.  Berbincang sebentar dengan mantan Bupati Berau yang kebetulan saat itu berada di sana. Beliau bernama Bapak Haji Masjuni. Perjalanan selanjutnya berkeliling lokasi  Derawan. Air laut yang cukup jernih sehingga bisa melihat habitat makhluk hidup yang ada dilaut. Ingin rasanya berada lama saat itu. Akhirnya kita berlima memutuskan untuk pulang kembali. Mari kita sukseskan Sail Derawan 2012. Semoga bisa berkunjung kembali ke sana.

Salam Backpacker
 


Labels: Berau , Derawan , Kakaban , Maratua , Bena Baru , Dayak Kenyah , sungai segah



Artikel Menarik Lainnya

Potensi Wisata Alam Sukabumi
 
Tanjakan Tiada Maaf Gunung Cikuray
 
berkunjung ke bandung timur
 
Mengikuti jejak \
 
Tanjung Layar, Si Karang Kembar
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password