Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1520
Total Member
12557





Home > Article

12 June 2012 | Sulawesi Selatan | Wisata Kota
Kriuk-Kriuk Mie Titi
Andreas Dwi Setiawan
Explorer
Rate
Share  

1. Bone
    Jl. Ahmad Yani No 76
    Telp : 0481-23335
    Fax  : 0481-23957

 

2. Makassar
    Jl. Pangayoman No. FG 2 - 3
    Telp : 0411-831054
    Fax  : 0411-831050

 

3. Makassar
    Jl. Lanto Daeng Pasewang No. 18
    Telp : 0411 - 831054

 

4. Palopo
    Jl. Dr Ratulangi (Dpn Central Yamaha Palopo)
    Telp : 0471-3311488
    Fax  : 0471-21311

 

5. Pare-Pare
    Jl. Veteran (Depan SMKK Pare-Pare)
    Telp : 0421-25555
    Fax  : 0421-27777

 

6. Sengkang Wajo
    Jl. A. Panggaru No. 16
    Telp : 0485-22663
    Fax  : 0485-22661

Apa yang menarik dari Makassar?! Mungkin ada sebagian orang yang skeptik dengan kota angin mamiri ini. Panas, demo yang cenderung anarkis, kurangnya wisata alam atau bahkan alasan lainnya, membuat sebagian orang menganggap remeh kota ini. Namun jangan salah, Makassar memiliki Pantai Losari, yang konon sunset disana adalah salah satu yang terindah di dunia, benteng peninggalan Belanda, beberapa pelabuhan tradisional dan sebagainya. Selain itu, menurut saya, Makassar merupakan salah satu tujuan wisata kuliner terbaik di Indonesia. Kenapa?! Di ibukota Sulawesi Selatan ini kita dapat menjumpai baaaanyak sekali makanan khas lokal. Sebut saja konro bakar, sop konro, sop sodara, coto, pisang epe, jalangkote, es pisang ijo, mie Titi dan masih banyak yang lainnya! Ngiler?! Saya juga, hehehe...

 

Salah satu tujuan awal saya datang ke Makassar adalah berwisata kuliner. Saya ingin mencicipi setiap kuliner lokal yang ada. Namun sayang, waktu tiga hari belum cukup bagi saya untuk menikmati kelezatan kuliner di sana. Karena padatnya kunjungan (ceileeee...), ketika itu saya hanya berkesempatan mencicipi pisang epe di tepian Pantai Losari dan Mie Titi...

 

Nah, untuk kamu yang berkunjung ke Makassar, jangan lewatkan untuk mencicipi Mie Titi ini, mie kering khas Makassar. Mie Titi ini pada awalnya didirikan oleh Bapak Rusmin Kohen di tahun 1975. Darimana asal nama “Titi”?! Apakah nama pemilik, nama asal comot atau bagaimana?! Ternyata nama “Titi” merupakan sebutan pelanggan kepada Pak Rusmin, kalau dalam bahasa Mandarin “titi” adalah sebutan bagi adik laki-laki... Selama kurang lebih 37 tahun beroperasi, kini Mie Titi sudah mempunyai 6 cabang di luar lokasi awal yang berdiri di Jalan Irian. Cabang-cabang tersebut antara lain berada di dekat Mall Panakukang, di Jalan Datumuseng, di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai, di Sungguminasa Kabupaten Gowa dan di Jalan Perintis. Bahkan ada 1 cabang di luar Makassar, yaitu di Bali yang diberi nama Mie Galang.

 

Ketika itu, saya berkunjung ke Mie Titi Perintis, salah satu cabang dari Mie Titi. Restoran ini dikelola oleh salah seorang putri Pak Kohen, Sitti Rabia. Karena lokasinya yang strategis di pinggir jalan besar, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan km 9 Makassar, membuat restoran ini mudah dijangkau. Cabang yang satu ini juga merupakan cabang terbesar yang dimiliki Mie Titi. Dengan gedung 3 lantai yang dilengkapi dengan lesehan dan fasilitas live musik di lantai 2 membuat penggemar Mie Titi semakin nyaman ketika menikmati sajian khas ini. Ruangannya juga mampu menampung banyak pengunjung.

 

Oke, karena sudah sangat lapar, tanpa berlama-lama saya langsung memesan seporsi Mie Titi kering ukuran besar kepada seorang pelayan yang menghampiri kami. Wuik! Porsi makannya jumbo yak?! Hmmm, iya juga sih! Hahaha... Tapi ada alasan lain mengapa saya pilih porsi besar. Setelah membaca daftar menu, selisih harga antara porsi besar dan kecil itu cuma seribu perak doank! Gak mau rugi donk, hehehe... Porsi kecil dibanderol dengan harga IDR 18 ribu, sedangkan porsi besar IDR 19 ribu. Heran?! Saya juga...

 

Gak lama menunggu, mie dan sebotol air mineral dingin pesanan saya terhidang di atas meja. Mie Titi ini adalah mie kering yang di atasnya disiram dengan kuah kental yang dicampur dengan adonan telur. Disertai dengan sayuran hijau, irisan daging ayam, ampela, gorengan dan udang membuat siapa saja yang melihatnya tak mampu untuk segera menyantap. Sangat mirip dengan tamie capjay, salah satu Chinese food kegemaran saya. Yang membedakan hanyalah bentuk mie. Walaupun sama-sama digoreng, mie yang digunakan di Mie Titi jauh lebih kecil dibandingkan dengan tamie capjay yang biasa saya nikmati di Jawa.

 

Sekilas saya ragu kalau seporsi “besar” mie ini mampu membuat perut saya kenyang. Karena walaupun ada kata “besar”, penampilan awal mie ini terlihat tidak mengenyangkan. Bagaimana tidak?! Mie keringnya tampak seperti snack anak kecil. Sebelum menyantapnya, saya disarankan untuk mengucurkan jeruk nipis dan mencampurkan sambal ke hidangan ini oleh si Nas, teman saya dari Makassar. Oke, seperempat iris jeruk nipis dan 2 sendok sambal saya tuangkan ke dalam mie. Begitu suapan pertama, hmmm... Nikmat sodara-sodara! Crunchy-nya mie, sedapnya kuah, segarnya jeruk nipis dan rasa pedas bercampur jadi satu. Kriuk-kriuk gimanaaa gitu... Potongan daging ayamnya gede-gede dan empuk pula, bakwan goreng yang nikmat dan sayuran hijau menambah kelezatan mie khas Makassar ini. Tidak salah pilihan saya untuk mencoba mie ini. Kamu tahu?! Keraguan saya di awal salah besar! Setelah menghabiskan sepiring Mie Titi, perut saya semakin menggelembung dan muncul sedikit rasa malas untuk melanjutkan perjalanan ke spot selanjutnya, hehehe... Nasruddin berkata bahwa jika mie ini dibungkus untuk dibawa pulang, biasanya porsinya sedikit lebih banyak! Uwwoooo, manteb!!

 

Pada akhirnya saya mendapat informasi bahwa Mie Titi Perintis ini menyabet dua penghargaan lokal yang prestisius di bidang kuliner pada tahun 2011 lalu. Lemme know you, yang pertama, Mie Titi Perintis menyabet “Master Service Award 2011” untuk kategori Chinese food. Sedikit info, Master Service Award ini diberikan kepada perusahaan yang berhasil memberikan pelayanan prima bagi masyarakat kota Makassar. Yang kedua, mie kering dan mie goreng di Mie Titi Perintis ini mampu menyabet “Makassar Most Favourite Culinary Award 2011”!! Istimewa...

 

Penasaran dengan seberapa lezatnya Mie Titi ini?! Cari tiket promo dan terbanglah ke Makassar atau ke Bali, hehehe... Hmmm, saya sudah merasakan masakan terfavorit di Makassar tahun 2011! Dengan cabang yang banyak, pelayanan yang memuaskan, branding yang oke, serta rasa yang bener-bener manyus, tidak salah jika Mie Titi ini mampu menyabet penghargaan prestisius itu. Happy culiner guys! :D


Labels: Makassar , Kuliner , Mie Titi



Artikel Menarik Lainnya

2 Day trip ke Martapura (Kalimantan Selatan )
 
#BudayaNegeriku Wisata Marathon di Kota Pelajar
 
#Budaya Negeriku - Jember Fashion Carnival, Budaya Modern masa kini
 
#BudayaNegeriku - Menengok Seni Berbalas Pantun Dalam Pernikahan Adat Melayu Karimun
 
#BudayaNegeriku Mengabadikan Eksotisme Keraton Ratu Boko di atas Prangko
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password