|
1. Batu Raja
Jl. DR. Moh. Hatta Komp. Simpang Baku RT. 11/05
Telp : 0735-322200 / 327129
Fax : 0735-323675
2. Palembang
Jl. R. Sukamto
Telp : 0711 - 310 511
3. Lubuk Linggau
Jl. Yos Sudarso No 75
Telp : 0733-452452
Fax : 0733-451558
Senja di Ibu kota Bumi Sriwijaya cukup menyejukan. Perjalanan dimulai dari jalan Jendral Sudirman, melewati Masjid Agung dan kemudian menyebrangi Jembatan Ampera yang indah menuju kawasan Hulu kota Palembang, yaitu Jaka Baring Sports Complex tempat dilaksanakannya SEA Games ke 26 tahun 2011 lalu
“Lima tahun yang lalu , kawasan ini masih sepi” , demikian jelas teman yang mengantar kami keliling di Palembang sore ini. “Sekarang menjadi ramai karena adanya Sea Games ke 26 yang baru lalu”, demikian tambahnya lagi.
Memasuki kawasan Stadion Jakabaring, tujuan pertama kali adalah gedung yang sangat terkenal karena kasus “Nazaruddin”, yaitu Wisma Atlet. Wisma atlet yang berlantai empat dan terdiri dari beberapa bangunan itu kelihatan sepi dan seakan-akan tidak berpenghuni. Wah , ini dia tempat yang menghebohkan Indonesia dan menyeret bahkan mantan Putri Indonesia , Angelina Sondakh yang sekarang menjadi tersangka, dan mendekap di tahanan KPK, demikian ujar saya dalam hati.
Sementara itu kami pun berkeliling di dalam kompleks Jakabaring yang cukup megah itu.. Beberapa fasilitas olah raga seperti Stadion Renang, dan juga atletik terlihat cukup cantik dan megah, namun yang menjadi pusat perhatian adalah stadion utama dimana upacara pembukaan dan penutupan Seagames bukan November 2011 lalu dilaksanakan dengan megah. Gedung ini dinamakan “Glora Sriwijaya:”. Sore itu cukup banyak pengunjung yang melihat-lihat sambil berpose di depan stadion yang megah ini.
Setelah puas mengunjungi kompleks Jakabaring, kendaraan kami bergerak beberapa kilometer lagi dan kemudian memasuki semcam kompleks perumahan. Ternyata kami menuju sebuah Masjid yang cukup unik, yaitu Masjid Muhammad Chengho yang arsitekturnya merupakan gabungan antara Cina dan timur tengah.Masjid yang cukup luas ini tampak megah dan unik, terutama dengan menaranya yang berbentuk pagoda.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke tepian sungai Musi di dekat Benteng Kuto Besak, dimana kita dapat melihat pemandangan sungai Musi dan juga Jembatan Ampera. Tepat di depan benteng, banyak sekali penjual kaki lama yang menjual berbagai barang dagangan dan juga makanan dan minuman. Di dekatnya ada sebuah dermaga perahu yang menawarkan tur berkeliling di sungai Musi.
Senja mulai turun dan sayup-sayup azan magrib pun terdengar dari Masjid Agung sehingga kami bergegas menuju masjid untuk menunaikan Sholat Maghrib. Di Masjid yang sangat megah ini terasa sekali kombinasi dan pengaruh Cina yang kental, terutama pada bangunan menara masjid yang mirip dengan kelenteng.
Ketika malam mulai menjelang, maka tidaklah lengkap kalau kita tidak mencicipi empek-empek. Karena itu menu pertama yang kita pesan adalah lenggang . Ternyata yang keluar adalah lenggang bakar yang bentuknya bagaikan tape atau singkong bakar. Akhirnya kamipun memesan lenggang goreng yang tampak lebih lengkap dengan telur dadar dan mie . Tentu saja semuanya dilengkapi dengan cuka yang lezat.
Senja sampai malam ini, kami benar-benar menikmati perjalanan sekilas di kota Palembang dan juga menikmati makanan khas nya yang tidak terlupakan. Ingat Palembang, ingat empek-empek dan tentu saja dua lenggangnya yaitu lenggang bakar dan lenggang goreng. Ingin coba? Silahkan datang ke Palembang!
Labels: palembang , jakabaring , masjid agung , lenggang , empek2 , masjid chenghoo , kuto besak
Artikel Menarik Lainnya
| 2 Komentar | Tampilkan |
![]() |
M. Aditya Setiajid 26 August 2012 05:36:24 lenggangnya enak?? |
Balas Laporkan |
![]() |
Ratna Dewi 24 August 2012 00:56:41 enak yah empek2nya |
Balas Laporkan |
|
Pertama Sebelumnya Selanjutnya Terakhir |
||














