![]() |
|
Menyusuri setiap kelok jalan lingkar selatan kota Wonosari, Gunung Kidul selalu memunculkan sensasi baru. Meski jalan itu teramat akrab bagiku, tetapi sensasi-sensai perjalanan selalu saja muncul. Salah satu penyebabnya adalah keindahan alamnya. Menyusuri jalan mulus berkelok itu, kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan. Pilihan itu berupa papan penunjuk yang akan membawa kita pada keindahan pantai di Gunungkidul yang membentang dari sisi Barat hingga sisi Timur.
Dalam perjalananku kali ini, pilihan aku jatuhkan ke pantai Indrayanti. Pantai eksotik yang ada di desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Mendengar namanya aku demikian tertarik untuk mendatanginya. Adakah sesuatu yang menarik di sana?
Sesampai di pantai Sundak, aku sempat mengalami kebingungan. Di mana letak pantai Indrayanti. Kuteruskan saja laju mobil perlahan-lahan. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah papan penunjuk: Parkir Pantai Indrayanti. Tanpa pikir panjang, segera aku masuk ke areal parkir luas yang terletak persis di tepi pantai itu.
Segera ku berlari menuju ke pantai. Aku semakin terkejut ketika kakiku mulai menginjakkan kaki di atas karang-karang landai. Terbayang pemandangan ala Karimunjawa yang terkenal dengan terumbu karangnya. Aneka jenis koral tampak menghiasi koral-koral keropos berwarna kecoklatan. Aneka tumbuhan laut menghiasai koral-koral itu. Pemandangan itu membawa sejuta pertanyaan tentang keberadaan terumbu karang di pantai Indrayanti.
Pola dan jenis koral yang tampak di mataku seperti menunjukkan bahwa inilah kehidupan terumbu karang. Pemandangan yang tidak aku temukan di pantai lain. Aku percaya jika pantai Indrayanti tertutup air laut yang tenang, jadilah sebuah terumbu karang yang sangat indah. Genangan air laut di atas karang itu hanya terjadi ketika air laut pasang. Ketika air laut surut, karang-karang itu akan muncul di permukaan. Ribuan orang pun menginjakkan kaki di atasnya. Situasi ini tentu menggangu kehidupan di sekitar karang itu. Hanya jenis-jenis biota laut tertentulah yang bisa hidup dalam situasi seperti itu.
Tidak mengherankan jika kehidupan yang aku pandang sebagai terumbu karang itu tidak stabil. Terumbu karang itu telah mati. Hanya sedikit saja yang tersisa dan mampu bertahan hidup. Yang pasti, sisa-sia kehidupan di pantai Indrayanti menyisakan sebuah misteri. Melihat sendiri kehidupan dan sisa-sisanya, muncul sebuah pertanyaan tentang misteri terumbu karang di pantai Indrayanti.
Lepas dari adanya misteri terumbu karang, keindahan dan eksotisme Pantai Indrayanti takperlu diragukan. Ada satu faktor penting yang harus dicatat sekaligus menjadi rahasia keindahan yang tetap terjaga. Pantai Pulang Syawal atau yang lebih dikenal denggan pantai Indrayanti ini berbasis investasi pribadi, bukan investasi pemerintah. Mulanya ada seorang pengusaha restoran yang membuka resto di tempat ini. Namanya Indrayanti. Restoran inilah yang kemudian melambungkan nama pantai Pulang Syawal ini. Indrayanti lebih dikenal dibandingkan nama aslinya.
Biasanya, Pemerintah hanya menginginkan hasil. Tidak peduli dengan tata kelolanya. Yang terpenting adalah masih bisa memetik hasilnya. Anda bisa membandingkan tempat wisata yang dikelola pemerintah dan dikelola swasta. Posisi inilah yang membedakan pantai Indrayanti dengan pantai lain.
Kebersihan menjadi prioritas. Hampir di setiap sudut ada tempat meletakkan sampah. Kondisi ini menjadikan pantai Indrayanti terlihat bersih dan nyaman. Para pengunjung benar-benar dimanjakan dengan kebersihannya dan merasa betah berlama-lama di tempat ini. Jika Anda tidak memiliki habitus meletakkan sampat di tempatnya, jangan kaget kalau Anda akan dijatuhi denda ketika berada di areal pantai Indrayanti karena kecerobohan Anda membuang sampah di sembarang tempat. Sebuah fenomena yang sangat jarang ditemui.
Selain kebersihan, penataan ruang juga menjadi kunci keindahan pantai Indrayanti. Di sepanjang pantai, gubug-gubug kecil dengan payung-payung di atasnya tertata rapi. Berderet dari sisi barat hingga ke timur. Di dalam gubug tersebut terdapat sebuah bangku dan kursi panjang yang sangat sederhana. Di tempat inilah para pengunjung bisa menikmati keindahan pantai sembari menikmati makanan khas Indrayanti. Ketika malam menjelang, kerlip lampu yang terpasang di setiap gubug menjadikan pantai ini terkesan romantis. Pada malam-malam tertentu, ada pagelaran musik jazz di tempat ini.
Penataan ruang inilah yang sering tidak dibuat oleh pemerintah. Andai kata semua pantai di Gunungkidul ditata sedemikian rupa, tentu semakin bertambahlah jumlah pengunjung yang akan datang. Semakin banyak yang datang, semakin banyaklah hasil yang akan masuk ke kas pemerintah. Sayangnya, fakta yang ada di Indrayanti belum membuka mata pemerintah.
Berkat kebersihan dan penataan lingkungan itulah keindahan pantai Indrayanti menjadi semakin langkap. Anda tidak percaya? Pantai Indrayanti siap memberikan bukti atas ketidakpercayaan Anda.
Labels:
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.













