![]() |
|
Siapa yang tak kenal dengan besarnya ombak Samudra Hindia yang membentang sepanjang sisi selatan Indonesia. Pulau Jawa memiliki garis pantai sisi selatan yang panjang, membentang dari sisi barat hingga timur. Besarnya ombak adalah sisi mata uang dibalik keindahan pantainya. Namun, ada bentang alam yang menarik, disaat ombak besar bisa sedikit dijinakan oleh bentuk alam. Datanglah ke pantai Ngrenehan, maka ganasnya ombak pantai selatan seolah hanya riak-riak danau yang luas.
Pantai Ngrenehan, adalah satu pantai di Kabupaten Gunung Kidul yang masuk dalam deretan panati selatan. Pantai ini unik, karena bentuknya mirip omega atau ladam kuda pada bagian dalamnya. Ombak yang besar sudah dihadang oleh karang yang besar yang menjadi benteng ganasnya hempasan ombak. Bentuk pantai yang mirip laguna, dijadikan penduduk setempat sebagai pelabuhan alam. Perahu-perahu nelayan banyak yang bersandar disini, dan sekaligus dijadikan TPI.
Ngrenehan, sebuah pantai yang tak luput dari sejarah masa lalu untuk sebuah serpihan firdaus yang jatuh dari langit. Tanah disini adalah milik Radeh Patah di kerajaan Demak. Konon disinilah ayahnda Raden Patah, yakni Prabu Brawijaya V melarikan diri. Dikisahkan, Runtuhnya Majapahit, diserang oleh Demak gara-gara politik masa lalu. Raden Patah menginginkan Ayahndanya masuk islam, karena perbedaan keyakinan inilah terjadi perpecahan.
Pelarian Prabu Brawijaya berakhir hingga di pantai selatan bersama kedua istrinya, yakni Dewi Lowati dan Bondang Surati. Saat mencari ayahnya ditempat ini, Raden Patah tidak menemukannya, lantas mengajak para para petinggi kerajaan untuk mencari. Ajakan inilah yang dijadikan nama pantai ini, dari kata rene, yang artinya (ayo-jawa) adalah sebuah ajakan. Akhirnya jadilah ngrenehan yang artinya ajakan.
Dibalik sejarah masa lalu, panti ini memang indah. Dibalik ganasnya ombak laut selatan, masih ada sisi kelembutan samudra dan itu ada disini. Perairan yang tenang, terumbu karang dan air yang jernih adalah suguhannya. Tidak salah jika Raden Patah mencari atahnya disini, sebab kecantikan Dewi Lowati dan keanggunan Bondang Surati benar-benar terasa dibalik perkasanya Prabu Brawijaya.
Labels: ngrenehan
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.















