![]() |
|
Indrayanti, jangan membayangkan sesosok gadis cantik dari pelosok Gunung Kidul, Yogyakarta. Sekilas dari namanya, adalah profil gadis yang anggun dan penuh kharisma aura kecantikan. Namun, jika datang langsung dilokasi, yang sangat kontras dengan apa yang menjadi bayangan. Ombak ganas yang berkejaran untuk menghantam karang-karang, hingga hempasan angin selatan. Indrayanti, sebuah pantai eksotis yang sudah mapan dengan segala fasilitasnya.
Berdampingan dengan pantai Sundak yang sudah terkenal sebelumnya, indrayanti mampu berdiri menjadi pantai yang tak kalah eksotisnya. Diapit dua bukit karang yang menjulang puluhan meter, menjadikan pantai ini bak kerajaan keindahan dengan benteng yang tangguh. Ombak besar ciri khas samudra hindia begitu terasa dan nyata di pantai ini. Namun jangan salah disaat laut surut, ganasnya ombak akan menjadi sahabat yang menyenangkan bagi para pengunjung.
Perairan dangkal disaat laut surut, menjadi fenomena alam yang menarik. Air laut yang terjebak di karang, seolah tersedot ke arah laut. Terumbu karang yang tadinya terendam, kini menyembul seolah tumbuh dari dasar laut. Ikan-ikan kecil dan hewan laut lainnya yang terjebak dikarang menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa bebas mencari ikan-ikan yang terjebak dan tak bisa kembali ke laut. Penduduk setempat memanfaatkan moment ini untuk mencari rumput laut yang dimanfaatkan sebagai sayuran.
Pengunjung dan penduduk setempat seolah tak ada bedanya, semua turun ke laut yang surut. Mereka dapat dibedakan dari gaya pakaian mereka dan tujuan aktifitasnya. Namun perbedaan itu bukanlah masalah, yang penting sumber daya alam ini bisa dimaksimalkan fungsinya. Indrayanti, dengan pesona kecantikannya menyuguhkan kekayaan alam dan keindahan. Tak ada beda pengunjung dan penduduk saat momen itu datang. Tak salah jika ikut masuk ke air dan nikmati kemolekan indrayanti.
Labels: indrayanti
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.















