![]() |
|
1. Kupang
Jl. Irian Jaya No. 1 A
Telp : 0380-828822
Fax : 0380-824422
2. Flores
Jl. Anggrek No 18 Maumere Sikka Flores
Telp : 0382 - 22187
Fax : 0382 - 22524
Artikel ini melanjutkan artikel saya LABUAN BAJO DAN KOMODO DRAGON THE LEGEND PART 1.
Setelah menjelajah ke Labuan Bajo, kami melanjutkan perjalanan keesokan harinya ke Taman Nasional Komodo dengan tujuan Pulau Rinca dan Pulau Komodo dimana Sang Legenda Komodo masih banyak hidup secara Liar.
Berdasarkan informasi yang kami dengar dari Guide yang menemani kami sebenarnya Komodo tidak hanya berada di Pulau Rinca dan Komodo. Itulah enaknya bila menggunakan guide resmi disana. Memang ada tambahan biaya namun informasi yang dapat kita terima jauh lebih besar nilainya dibandingkan biayanya, terutama untuk yang rada malas membaca seperti saya :)
Komodo yang nama ilmiahnya Varanus komodoensis ternyata tersebar tidak hanya di pulau Rinca dan Komodo, namun juga terdapat di ujung barat pulau Flores, bagian utara flores dan Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Namun menurut info dari guide, ukurannya lebih kecil dibandingkan di Pulau Rinca dan Komodo.
Perjalanan dihari kedua dengan tujuan Taman Nasional Komodo ini harus dimulai subuh, agar supaya sore harinya sudah tiba lagi di Labuan Bajo. Walaupun kali ini merupakan perjalanan yang kedua, rasanya tetap sangat Exicting, karena pada perjalanan pertama saya hanya sempat mengunjungi pulau Rinca karena bangun kesiangan :)
Jam 04.00 subuh saya sudah bangun dan bersiap-siap menuju pelabuhan. Karena hotel flashpacker kami dekat dengan pelabuhan jam 04.45 kami mulai berjalan kaki agar sebelum jam 05.00 sudah tiba di pelabuhan.
Saat berjalan kaki di subuh yang tenang.. berkumandanglah suara Azan mengigatkan kita manusia untuk bangun dan menunaikan ibadahnya… indah sekali… namun terasa lebih indah lagi karena setelah suara Azan menghilang terdengarlah bunyi Lonceng Gereja berdentang mengisi kesunyian pagi …. Inilah Indonesia ku yang sudah lama sekali hilang dan tidak pernah kurasakan lagi… Dimana antar agama dapat saling hidup dengan damai tanpa adanya konflik yang ngak bermutu… Dulu dimasa kecil hal seperti ini tiap hari bisa dirasakan namun tidak di Jakarta yang ramai dengan kesibukan dan konflik yang tidak jelas…. Kembali ke Lap top…..
Setelah tiba di pelabuhan, kami dijemput oleh sang Kapten kapal. Kapal yang kami sewa tidak begitu besar sekitar mungkin panjang 15 meter dengan lebar 3 meter dan bisa muat sekitar 7-8 tamu. Didalam kapal hanya terdapat 1 meja dengan kursi yang bisa diduduki sampai 8 orang dan bantalan sofa untuk yang mau tidur-tiduran… Oh ya, Harga sewa kapal untuk max 8 orang ini dikisaran Rp. 1,8-2,3 juta tergantung fasilitas kapal dan jumlah orang untuk perjalanan Labuan Bajo – Rinca – Komodo – Labuan Bajo dan termasuk sarapan dan makan siang serta minuman di kapal.
Sekitar pukul 05.15 kapal meluncur ke pulau Rinca. Teman-teman yang semula berlagak bilang ngantuk dan akan tidur di kapal, tidak bisa menepati janjinya karena indahnya pagi hari di sepanjang perjalanan Labuan Bajo ke Pulau Rinca….
Perjalanan ke Pulau Rinca menempuh perjalanan +/-3 jam. Menjelang pukul 09.00 kami merapat di Loh Buaya Pulau Rinca… Loh Buaya adalah sebuah teluk yang indah lokasi dimana dermaga Pulau Rinca berada. Begitu merapat di Dermaga kami langsung disambut oleh pemandangan air yang jernih dengan ikan-ikan di sepanjang dermaga… Sesampainya di Kantor Ranger dengan bentuk rumah panggung (untuk menghindari komodo), Komodo besar pun mulai tampak. Sejumlah Komodo besar sedang berjemur di sekitaran Dapur yaitu rumah dimana adalah Dapur kantor Ranger… Rupanya sebagian Komodo sudah terbiasa menunggu makanan sisa dari dapur.. Bahkan ada yang terbatuk-batuk karena tersedak makanan sisa dari dapur :)
Setelah memperoleh brief dari Ranger kamipun mulai melakukan Tracking untuk melihat Komodo di alamnya. Beberapa hal yang menarik dari penjelasan Ranger adalah:
- Untuk wanita yang sedang kedatangan bulan, diharapkan berjalan ditengah group karena Komodo memiliki penciuman yang tajam terhadap darah. Maklumlah karnivora..
- Sebisa mungkin jangan menggantungkan kamera atau tas di belakang dan bergoyang-goyang saat berjalan. Khawatir dikira mangsa… Mungkin dikira ekor sapi.
- Ranger membawa tongkat dengan cabang di ujungnya… sebagai senjata untuk mengunci/mendorong kepala Komodo bila menyerang.
- Komodo biasanya aktif di pagi dan sore hari.. Dimana siang hari Komodo cenderung istirahat dibawah pepohonan menghindari panas. Jadi hati-hati, komodo jangan dikira kayu..
- Liur Komodo beracun atau tepatnya mengandung banyak bakteri yang sifatnya merusak. Saliva ini menjadi senjata bagi komodo. Dimana sesudah menggigit mangsanya Komodo akan menunggu mangsanya menjadi lemah oleh bateri yang masuk walau harus menunggu berhari-hari.
Singkatnya perjalanan tracking yang kami tempuh kali ini lebih pendek dari perjalanan saya pertama. Maklum ada temen yang ngak terbiasa tracking. Tempat terindah untuk photo di Rinca adalah di atas bukit dengan pemandangan teluk Loh Buaya… Keren Abis…
Namun walau tracking lebih pendek saya menemukan hal baru yaitu Baby Komodo. Baby Komodo yang berukuran +/-60 cm sedang sembunyi di atas pohon dan berhasil saya photo.
Baby Komodo sangatlah “cute”. Menurut Ranger saat dilahirkan Baby Komodo akan langsung naik ke atas pohon untuk menghindari dimangsa oleh Komodo besar (Kanibal) dan semasa kecil ini mereka hidup dari berburu serangga yang ada di Pohon sebelum menjadi cukup besar untuk turun ke tanah menjadi PEMBURU.
Setelah Tracking, kami langsung balik ke kapal dan berlayar menuju Pulau Komodo. Perjalanan ke Pulau Komodo ditempuh dalam waktu 1,5-2 jam dari Pulau Rinca… Di dalam perjalanan kami disajikan makan siang yang hmmmm enakkkk…. Padahal dimasak oleh Crew Kapal yang note bene Cowok semua… Enaknya makanan mungkin juga karena capek tracking ditunjang dengan suasana yang benar-benar indah.. Makan siang dikelilingi pulau-pulau indah dengan angina yang semilir… Kebayang kan… Kayak makan di kapal pesiar pribadi :)
Setibanya di Pulau Komodo kami kembali melakukan tracking berburu Komodo. Pulau Komodo lebih besar dari Pulau Rinca dan disini terdapat sejumlah kampung dimana penduduknya hidup berdampingan dengan Komodo. Selain itu juga masih bisa dilihat sejumlah Rusa yang terus dijaga kelestariannya karena merupakan makanan Komodo. Fregata Hill merupakan salah satu bukit yang bagus untuk berfoto dimana pemandangannya adalah pantai dan dermaga pulau Komodo..
Bila dibandingkan, sepertinya saya lebih suka Pulau Rinca karena disana tidak ada kampung sehingga rasanya lebih alami saat berburu Komodo.
Dari dermaga Komodo kami menuju Pink Beach yang kesohor. Pink Beach masih berada di Pulau Komodo berjarak 20 menit dari dermaga. Dinamakan Pink Beach karena bila dilihat dari jauh, pasirnya tampak berwarna pink dan katanya koralnya masih bagus. Dan memang benar… Koral disana masih sangat terjaga, karena airnya berarus, dingin dan sangat dijaga kelestariannya. Misalnya disana kapal tidak boleh melepas jangkar langsung ke laut karena akan merusak koral. Disana disiapkan Morring Bouy yaitu pelampung dimana kapal bisa mengikatkan diri supaya tidak hanyut disana…. Pokok e top lah Pink Beach…
Dari Pink beach kami balik ke Labuan Bajo dengan waktu tempuh 3,5 jam. Kami cukup beruntung karena arus air membantu kami tiba lebih cepat. Menurut sang kapten bila arus/ombak jelek alias berlawanan, kadang waktu tempuh kepulangan bisa mencapai 5-6 jam…
Oh ya satu hal saya lupa sampaikan, bahwa saat mengunjungi Rinca dan/atau Komodo kita harus membayar biaya masuk yang nilainya saya lupa.. kalo tidak salah Rp. 20-30 ribu/orang plus biaya Tips buat Ranger… Namun biaya masuk wilayah Taman Nasional Komodo hanya perlu dibayar 1 kali walau kita mengunjungi 2 pulau.
Sesampai di Labuan bajo kami langsung istirahat dengan perasaan PUASSSSSS… Sudah bertemu kembali dengan Sang Naga yang kesohor terutama ketemu sama Baby Komodo dan menikmati indahnya PINK BEACH dari atas dan saat Snorkling…
Yuk visit Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo…..
Indahnya Komodo, Indahnya Indonesiaku!!!!
Labels:
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.










