Ingin liburan?
Ayo jelajahi kekayaan pariwisata Indonesia, mulai dari kedalaman laut hingga puncak gunung

Propinsi


Kodya / Kabupaten

Jenis Wisata


Kata Kunci

























Jumlah Anggota Adira FOI
21373
Beranda > Artikel > Budaya Negeriku: Sendang Selirang, Jejak Kesaktian Panembahan Senopati
Budaya Negeriku: Sendang Selirang, Jejak Kesaktian Panembahan Senopati
Selasa, 26/03/2013 18:40:32 | Daerah Istimewa Yogyakarta | Wisata Budaya

Oleh:
Meisha Putri. HC

Walker
Beri nilai:

Pernah suatu ketika, saya bersepeda santai menyusuri petilasan kerajaan Mataram Kuno di Kotagede Yogyakarta, yang saya kunjungi di antaranya adalah situs Watu Gilang dan Watu Gatheng, kompleks Masjid Kotagede, dan kompleks Makam Kotagede. Di kompleks makam, selain terdapat makam raja-raja Mataram dan kerabatnya juga terdapat sendang atau sumber mata air yang bernama Sendang Selirang.

 

Sendang Selirang terletak di kompleks makam Kotagede, tepatnya di selatan makam. Kira-kira 300 meter sebelah utara situs Watu Gilang dan Watu Gatheng atau di sebelah selatan pasar Kotagede. Antara makam dan sendang dihubungkan oleh sebuah gapura, dan tanah tempat sendang ini berada, konturnya lebih rendah dibanding makam. Sehingga jika kita akan masuk area sendang, terlebih dahulu harus menuruni undak-undakan setelah melewati gapura atau pintu masuk. Sebagai informasi, untuk masuk ke sendang ini tidak dipungut biaya sedikitpun.

 

Terbagi menjadi dua, Sendang Kakung (laki-laki) di sebelah utara dan Sendang Putri (perempuan) di sebelah selatan, sendang ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 5 x 10 meter, beratap dan dikelilingi tembok setinggi 1 meter. Menurut salah satu kuncen (juru kunci) di sana, air yang terdapat di sendang berasal dari mata air yang mengalir tepat di bawah makam dan masuk melalui lubang saluran di bawah sendang sebelah utara (Sendang Kakung). Banyak ikan yang hidup di sendang ini, diantaranya ikan lele berwarna putih yang panjangnya hampir 1 meter.

 

Di sebelah utara Sendang Kakung terdapat makam bulus (kura-kura) yang bernama Kyai Duda Rejah, konon kura-kura ini merupakan binatang keramat mantan penghuni sendang dan berumur lebih dari 100 tahun sebelum kematiannya tahun 1987, selain itu juga terlihat tembok makam yang tinggi dan kokoh.

 

Sendang Putri, berada di sebelah selatan Sendang Kakung, membujur dari barat ke timur dengan bentuk dan ukuran yang relatif sama, hanya bedanya adalah air Sendang Putri bersumber dari bawah pohon beringin yang terletak di jalan menuju kompleks makam. Pintu masuk kedua sendang dibedakan, yaitu Sendang Kakung di sebelah barat dan Sendang Putri di sebelah selatan. Kedua sendang inipun dipisahkan oleh tembok.

 

Untuk kebutuhan para pengunjung yang ingin mandi atau berendam, sendang diberi sekat sehingga tidak memungkinkan bagi ikan-ikan berenang di bagian unuk mandi.  Masih menurut salah satu kuncen, konon sendang ini adalah tempat mandi Panembahan Senopati ketika di Padepokan. Awalnya sendang ini muncul karena Panembahan Senopati ingin berwudhu sebelum sholat di masjid. Namun karena saat itu sedang tak ada air, Panembahan Senopati yang katanya sakti tersebut menjejakkan kakinya ke tanah sebanyak 3 kali dan muncullah mata air yang sekarang menjadi Sendang Selirang.

 

Kini, tempat tersebut juga masih berfungsi sebagai tempat mandi ataupun untuk mencuci pakaian penduduk sekitar, beberapa pengunjung bahkan menggunakan air sendang untuk membasuh mukanya agar terlihat awet muda. Dan ada juga yang membawa pulang air sendang untuk pengobatan, mereka percaya kalau air sendang ini memiliki khasiat tertentu.

 


Label: wisata budaya , jogja , sendang selirang , kotagede



0 Komentar

Tidak ada komentar.




User name  : 
Password  : 

Artikel Menarik Lainnya

Kantor Cabang Adira Finance