|
Belum Pernah ke Jogjakarta? Butuh referensi tentang Jogja yang Beda? Berikut pengalaman saya untuk anda!
Kota Jogjakarta merupakan kota andalan kedua untuk pariwisata setelah bali di Indonesia. Jogjakarta sendiri sering disebut dengan berbagai macam julukan antara lain kota pelajar, kota gudeg maupun kota keraton. Di jogjakarta anda akan melihat banyaknya orang asing disana. Tidak hanya belajar, sedang berwisata maupun bekerja di jogjakarta. Tidak ketinggalan pula pendatang dari berbagai provinsi di Indonesia berbaur di jogjakarta. Sungguh suatu kota multikultural!
A must See Place in Jogjakarta :
Jangan ngaku ke Jogjakarta jika belum pernah ke sini. Check it out :
1. Malioboro
Memang belum lengkap rasanya jika anda ke jogjakarta tanpa singgah di Malioboro. Jalan sepanjang 1 kilometer ini adalah tempat dimana para pedagang suvenir, convenient store, halte bus TransJogja, kantor dinas pariwisata, perpustakaan, mall, hotel dan tukang becak berbaur. Jika anda beruntung, anda dapat menyaksikan penampilan pengamen keren jalanan yang bernyanyi dan menyanyikan musik musik jawa.
Ada juga becak dan delman (angkutan darat yang ditarik dengan kuda) yang semakin membuat malioboro lain dari pada yang lain. Biasanya tarifnya berkisar Rp.5.000 jika anda ke keraton yang berjarak 1 kilometer. Bagi saya Malioboro seperti one stop entertainment. Anda bisa belanja, makan sekaligus melihat budaya jogja dari sini. Saran saya adalah Hindari weekend or Public holiday jika tidak ingin suasana yang too crowded!
2. Museum Ullen Sentalu (Kaliurang)
Museum ini terletak di daerah kaliurang dan menurut saya yang paling bagus di jogja. Rupanya untuk mengunjunginya kita dipandu oleh tur guide. Jadi kita harus menunggu giliran sampai tur guidenya selesai memandu yang lain. Kebetulan saya dipandu guide cantik yang sangat ramah. Pertama kali dia menjelaskan sejarah mataram sampai akhirnya kesultanan jogja. No camera/video selama tour. Ketika kami sedang melihat lihat lukisan yang ada, pemandu nya mempersilahkan kami berjalan satu satu melewati lukisan cantik putri keraton. Sang pemandu meminta kami memperhatikan matanya ketika kami melewatinya. Otomatis mata dan kaki di lukisan akan bergerak kemana kita berjalan. Hiiiiiiii bulu kuduk saya langsung merinding karena memang suasananya angker dan tidak ada orang luar karena semua dipandu oleh guide. Saya sampai tidak berani menatap lukisan dan berjalan cepat. Tetapi temen saya yang berani mencoba dan itu BENAR!! Seakan lukisan itu hidup dan melihat kemana kita berjalan. Karena kami keheranan akhirnya sang pemandu membocorkan rahasianya. Katanya itu pakai 3 dimensi. Fiuhhh...lega ternyata bukan seperti yang saya pikirkan wkwkkw. Di museum dipajang barang barang peninggalan para sultan dan keluarga serta batik batik kuno yang tentu tidak ada lagi di pasaran. Di akhir perjalanan kami masuk ke sebuah ruang untuk dipersilakan menikmati secangkir teh yang katanya terdiri dari 7 ramuan rahasia dan bikin awet muda. Believe it or not tidak setetes pun tehnya bersisa hahha Setelah tour, kami baru dipersilahkan berfoto itupun hanya diluar. Suasana diluar sangat hijau dan asri. Sungguh menentramkan!
3. Alun alun selatan ketika malam
Ketika malam coba kunjungi alun alun selatan dan anda akan menjumpai lapangan yang seharusnya gelap gulita menjadi penuh cahaya karena banyaknya sepeda dan kereta yang dimodifikasi dan ditambah ornamen cahaya. Biaya sewa berkisar Rp.20000 tergantung jenis. Disekitarnya juga terdapat banyak penjual makanan dan mainan. Saya sarankan untuk mencobanya karena tentu saja membawa kesan sendiri sekalian olahraga malam :D
A must Buy in Jogjakarta :
1. Suvenir Mirota Batik
Bagi anda yang kurang pandai atau malas menawar barang di malioboro maka Mirota batik adalah solusinya. Bangunan 3 tingkat ini menyediakan beragam suvenir khas jogja dengan harga yang bersaing serta kualitas. Tempatnya ada di malioboro itu sendiri dan bersebrangan dengan pasar bringharjo.Setiap hari tempat ini selalu ramai oleh engunjung. Suasana berbelanja disuguhi dengan alunan musik jawa dan pada pintu depan terdapat kereta kuda loh. Apa yang harus dibeli disini? Segala jenis batik olahan hingga barang barang berbau jogja adalah jawabannya. Untuk saya yang pecinta aksesoris, Mirota batik adalah surganya. Ini contoh contoh barangnya.
A must Eat in Jogjakarta :
Jogjakarta surganya untuk penikmat kuliner. Gudeg, bakso, mie ayam, cilok, sate kelinci adalah sesuatu yang khas dan dapat dijumpai dimana saja. Tetapi saya punya 1 referensi tempat makan yang harus anda coba ketika di Jogjakarta. The House of Raminten. Restoran ini buka 24 jam dan mempunyai 3 cabang di Jogjakarta. Yang saya coba adalah yang beralamat di Jl. FM Noto No. 7 Kotabaru Yogyakarta Menurut kisahnya, sang pemilik restoran yang merupakan pemilik dari Mirota Batik ini adalah penjual jamu. Tetapi lama kelamaan dia juga menjual makanan lainnya.Jika anda datang berbarengan dengan teman lainnya, saya sarankan untuk mem-book terlebih dahulu. Restoran ini tidak pernah sepi. Bangunan dengan 2 lantai ini sangat unik. Di depan pintu anda akan menjumpai poto sang pemilik restoran dan juga ada kartu pos dengan poto close upnya secara FREE. Suasana jawa sangat terasa dan sengaja dibuat remang remang. Terdapat juga tempat duduk bagi yang menunggu antrian dan dilengkapi dengan TV. Anda dapat memilih lokasi yang anda inginkan. Disana pilihan mejanya ada yang lesehan maupun duduk di kursi. Di tiap meja disediakan lilin. Wah sungguh romantis jika anda datang bersama pasangan. Yang unik adalah dibelakang restoran rupanya ada kandang kuda. Tetapi anda tidak perlu takut dengan kebersihannya. Di depan restoran juga terdapat kereta kuda. Namun yang paling unik menurut saya adalah para pelayan yang menggunakan pakaian tradisional jogja. Dengan motif batik, para pria tidak sungkan sungkan menggunakan rok panjang bermotif batik. Yang cewek pun tidak mau kalah mereka menggunakan kemben dan aksesoris lengkap yang tentu saja sangat mengundang perhatian. Pilihan menunya ada macam macam. Yang saya rekomendasikan adalah nasi kucing serta ayam bakar madunya. Begitu saya memesan minum saya terkaget kaget dengan ukuran gleas yang super jumbo. Walaupun namanya restoran, anda tidak perlu kuatir. Harganya tidak menguras kantong. Dengan menu tersebut anda hanya perlu merogoh kantong sekitar Rp.20.000. Menurut beberapa orang yang telah mencoba, suasana dan konsep restoran itulah yang banyak mengundang para tamu. Restoran ini pun sudah sangat terkenal karena pernah diliput media nasional. Oleh karena itu, sempatkan diri anda mengunjungi The House of Raminten Jogja.
Labels:
Artikel Menarik Lainnya
| 2 Komentar | Tampilkan |
|
Lenny 27 January 2012 19:11:48 Thanks yah! good luck buat kamu juga! |
Balas Laporkan | |
![]() |
Rangga Yudhika 19 January 2012 23:26:01 Selamat selamat dan jadi one of the 100 ! |
Balas Laporkan |
|
Pertama Sebelumnya Selanjutnya Terakhir |
||








