Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1521
Total Member
13225





Home > Article

06 November 2011 | Jawa Timur | Wisata Budaya
Reog Bulkio - Warisan Prajurit Pangeran Diponegoro di Blitar
yanu aribowo
Walker
Rate
Share  

1. Pamekasan
    Jl. Pintu Gerbang No. 21, RT 02 / RW 03
    Telp : 0324-325383
    Fax  : 0324-325861

 

2. Surabaya
    Jl. Kombes Pol. M. Duryat No. 14-16 Blok B-5
    Telp : 031-5318640
    Fax  : 031-5318658

 

3. Gresik
    Ruko Building Kartini
    Jl.  R.A. Kartini No. 236/4, RT. RW.
    Telp : 031 - 3987726 (Hunting)
    Fax  : 031 - 3987750

 

4. Tuban
    Jl. Lukman Hakim No. 43 Tuban RT 03/RW 04
    Telp : 0356-333066
    Fax  : 0356-332442

 

5. Bojonegoro
    JL. R.A. Kartini No. 20
    Telp : 0353-892870
    Fax  : 0353-893206

 

6. Mojokerto
    Jl. Yos Sudarso no. 29-35, Mojokerto
    Telp : 0321-325509
    Fax  : 0321-325842

 

7. Jember
    Jl. Diponegoro 40-41 Jember
    Telp : 0331-424666
    Fax  : 0331-410421

 

8. Lumajang
    Jl. Wahid Hasyim 80 Lumajang
    Telp : 0334-891562
    Fax  : 0334-893311

 

9. Banyuwangi
    Jl. S. Parman No. 33
    Komp. Perkantoran Gardenia Estate Kav. 5,6,7
    Telp : 0333-411589
    Fax  : 0333-411590

 

10. Kediri
       Jl. Erlangga 39 RT 02 RW 10
       Telp : 0354-690533
       Fax  : 0354-687327

 

11. Madiun
      Jl. Dr. Sutomo No. 78
      Telp : 0351-493101
      Fax  : 0351-472577/0351-493105

 

12. Ponorogo
       Jl. Panglima Besar Sudirman No. 55
       Telp : 0352 - 489241
       Fax  : 0352 - 462340

 

13. Tulungagung
       Jl. Panglima Sudirman Trade Centre Blok B5 - 7,
       Jl. S. Hasanudin
       Telp : 0355-336270
       Fax  : 0355-333312

 

14.  Blitar
        Jl. Tanjung Kavling A2 - A3
        Telp : 0342-816178
        Fax  : 0342-816179

 

15.  Malang
        Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 56
        Telp : 0341 - 364646
        Fax  : 0341 - 364616

 

16.  Malang
        Jl. Letjen S. Parman No. 149
        Telp : 0341 - 487555
      

17.  Pasuruan
        Jl. Sokarno Hatta No. 88C-88D Pasuruan
        Telp : 0343-431532
        Fax  : 0343-431531

 

Alhamdulillah setelah hampir setahun menunggu, akhirnya bisa menyaksikan kesenian Reog Bulkio secara langsung. Suatu kebanggaan bisa melihat peninggalan pelarian tujuh prajurit Pangeran Diponegoro asal Bojonegoro sekitar tahun 1825 ke Kabupaten Blitar. Kini kesenian asli Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok itu dikomandani generasi ketiga Mustar, prajurit Pangeran Diponegoro, Supangi, 79 tahun. Diadopsi cerita perang dari Surat An Biya, dalam Alquran, yang mengisahkan peperangan kebaikan melawan keburukan, yang bisa diartikan perang antara umat Islam dengan kaum kafir. Penggambaran itu bisa dilihat dari panji putih, yang digunakan untuk memisahkan dua prajurit yang mempertunjukkan tarian perang dalam peragaan terakhir dari penampilan Reog Bulkio. Dalam panji itu tergambar, dua tokoh pewayangan yang menggambarkan dua pribadi yang bertolak belakang. Yaitu perang antara Anoman, yang menggambarkan Islam sebagai nilai kebaikan dengan Dosomuko, yang menggambarkan kekafiran. Dari kisah peperangan dalam Alquran itulah nama Bulkio diambil.

Hingga kini, tarian perang dalam Reog Bulkio masih mengikuti pakem dari asalnya. Semua pemain yang merupakan pria itu, terbagi menjadi tiga bagian, yakni penari, pemukul alat musik, dan dalang. Mereka berjumlah 14 orang, yang terdiri sembilan penari, empat pemukul alat musik dan satu orang dalang yang menceritakan kisah peperangan antara Islam dan kaum kafir. Sedangkan gerakan tarian sejak dulu memiliki empat jenis, mulai lincak gagak, rubuh-rubuh gedang, untir-untir, dan perang. Namun, dalam penampilan Rabu (12/10) penari yang biasanya pria diperankan enam penari perempuan, yang merupakan mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Malang yang ingin mengetahui lebih dalam kesenian asli Blitar ini.

Hingga kini, ciri khas warna merah putih. Enam penari yang memukul yang ikut memainkan alat musik terbang, mengenakan celana hitam, dengan lilitan sarung warna merah putih, serta kemeja putih yang dihiasi selempang, dan kepala menggunakan udeng jenis gilik bawang sebungkul. Hiasan udeng ini juga menggunakan warna merah putih. Sedangkan tiga penari yang memainkan peperangan serta pembawa panji pemisah peperangan, juga mengenakan pakaian dengan warna dominasi merah putih. Mereka tampil dengan celana merah, kombinasi kemeja putih, serta jas hitam, yang dipertegas dengan sebilah pedang untuk masing-masing penari. Kedua penari itu memainkan tari peperangan dengan seorang penari yang bertugas menjadi penengah dengan tanda panji putih bergambar Anoman dan Dosomuko. Sementara, empat pemain pemukul alat musik, mengenakan kemeja putih kombinasi celana hitam dengan hiasan jarit melilit di pinggangnya.


Labels: Kesenian Tari Perang Asli Blitar



Artikel Menarik Lainnya

Kenjeran
 
Desa Trunyan, Tempat Buang Mayat Paling Legendaris
 
Segara Anakan di Pulau Sempu
 
Cap Go Meh di Kota Singkawang
 
Menyambangi Keanggunan Barak Militer Bantir
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password