|
1. Jakarta Selatan
Jl. Sultan Iskandar Muda NO 17 C RT 011/RW 09
Kebayoran Lama Utara
Tel : 021-7233336
Fax : 021-7233337
2. Jakarta Utara
Ruko Puri Mutiara Blok A 128 Jl.
Sunter Agung
Tel : 021-65310836
Fax : 021-65310838
3. Jakarta Barat
Ruko Seasons City Blok A07,
Jl. Latumenten No. 33
Tel : 021 - 290 71 301 / 2
Setu Babakan, atau nama resminya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, terletak di Jl. Raya Moh. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Setu Babakan adalah sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan Pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan warisan budaya asli Betawi. Dalam bahasa Betawi, Setu berarti Danau. Setu Babakan merupakan danau buatan dengan luas area 32 hektar. Danau ini dibangun pemerintah kolonial untuk menanggulangi masalah banjir di Jakarta, sehingga selain sebagai sarana rekreasi dan cagar budaya, keberadaan Setu Babakan juga penting karena fungsinya sebagai daerah penangkap air tanah.
Pintu masuk kawasan Setu Babakan terletak di Jl. Raya Moh. Kahfi II. Melewati Gerbang Si Pitung, kita akan melihat pemukiman penduduk dengan bentuk rumah khas Betawi, yang mayoritas dihuni oleh orang Betawi. Dari Jl. Raya Moh. Kahfi II, jalan masuk area Setu Babakan tidak terlalu besar dan banyak tikungan, sehingga bagi mereka yang datang berombongan, disarankan untuk idak menggunakan bis besar. Begitu kita tiba di jantung kawasan Setu Babakan, kita akan melihat danau dengan alam yang segar, seolah kita tidak berada di tengah kota Jakarta.
Ketika saya berkeliling danau untuk mencari tempat yang nyaman, saya melihat banyak pengunjung yang datang untuk sekedar duduk-duduk di tepi danau sambil menikmati udara segar. Sebagian orang terlihat sedang memancing, dan ada beberapa keluarga yang menyewa delman untuk berkeliling kawasan Setu Babakan. Di salah satu sudut danau, terdapat persewaan becak air dengan tarif Rp 10.000 untuk keliling satu putaran danau.
Salah satu daya tarik Setu Babakan adalah pertunjukan budaya khas Betawi. Terutama pada bulan Juni-Juli, bertepatan dengan ulang tahun kota Jakarta, di tempat ini banyak diselenggarakan atraksi pertunjukan kesenian asli Betawi, seperti Qasidah, Marawis, Keroncong, Tanjidor, Lenong, dan Tari Cokek. Sayang sekali, ketika kami mencari tempat parkir, rupanya hari itu bertepatan dengan liburan sekolah sehingga panggung tempat pertunjukan kesenian dipadati pengunjung, dan kami tidak kebagian tempat parkir. Akhirnya kami meneruskan perjalanan menelusuri tepi danau, sambil melihat-lihat berbagai jajanan khas Betawi, seperti soto mie, kerak telor, laksa, rujak cuhi, opor jengkol dan bir pletok.
Kawasan Setu Babakan terbuka untuk umum, dari pagi hingga sore hari pukul 18.00 WIB. Kawasan ini tidak buka pada malam hari, untuk menghindari tindakan asusila. Mengingat tempat ini merupakan cagar budaya tradisi Betawi dengan adat ketimuran yang kental, sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan tidak terbuka.
Labels: danau , setu babakan , betawi
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.







