Forgot | Sign Up
Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1146
Total Member
3154





Home > Article

03 August 2011 | Banten | Wisata Budaya
PERJALANAN KE BADUY DALAM
suryanto darma w
Walker
Rate
Share  

1. Tangerang
     Jl. Raya Serpong KM.7 Alam Sutera BSD Tangerang
     (Depan Yon ARHANUDRI)
     Tel : 021 - 53124550 / 60
     Fax : 021-53124557

 

2. Banten
    Jl. Raya Cilegon No. 39 A RT 05/06
    Kepandean Serang
    Tel : 0254-209810
    Fax : 0254-209818

BADUY TRIP 2011 PART 1

Perjalanan ke Cijahe


Liburan yang lalu pengin sekali rasanya istirahat di kos sambil santai santai mendengarkan kolesksi CD dan DVD, apalagi sudah 4 minggu berturut-turut melakukan trip mulai dari Jogja, Sarwana, Dieng dan Bali, tapi tawaran trip yang satu ini akhirnya mengoda saya untuk mengikutinya.
 

Trip Baduy yang ditawarkan kali ini agak berbeda dengan trip Baduy yang lalu, makanya saya akhirnya tergoda untuk menerima tawaran ini.
Trip ini mengambil route lain dari yang biasa/umum dilalui orang yaitu melaluli pos Ciboleger lalu masuk ke Baduy Dalam dengan tanjakan legendarisnya yaitu  ”tanjakan penyesalannya”, tapi trip ini mengambil route memutar melalui jalan belakang yaitu Desa Cijahe baru dari situ masuk ke Baduy dalam. Menurut panitianya ini adalah rute termudah dan tercepat untuk mencapai Baduy dalam karena dari desa Cijahe ke Baduy dalam sudah dekat sekali, bagi saya itu kebetulan yang sangat menyenangkan mengingat kondisi badan yang tidak seger2 amat setelah 4 trip sebelumnya, namun menurut info yang saya dapat route ini masih jarang dilalui orang dan bukan route populer
 

Perjalanan dimulai dari Rangkasbitung tepatnya dari Wihara Avo rencananya sih pukul 6.00 pagi tapi biasalah sepupu saya yang kebetulan sebagai panitia agak2 ngaret , akhirnya kami baru berangkat jam 7 kurang.
O iya saya lupa menjelaskan... trip ini adalah trip yang diadakan oleh Wihara Avalokitesvara Rangkasbitung Cuma untuk pesertanya tidak dibatasi dari jemaat Wihara tersebut makanya saya bisa ikut he he he, peserta kali ini berjumlah 17 (7 Perempuan, 10 Pria) dengan usia yang bervariasi dengan peserta tertua berusia 60 an lebih tahun. Sebagian dari kami (seperempat peserta) memang sudah pernah masuk ke Baduy Dalam menggunakan rute Ciboleger.
 

Kami berangkat dengan menggunakan truk polisi, dari Wihara Avalokitesvara di daerah Sunan Kali jaga kami berjalan menuju alun-alun dan dari sini mengambil arah kanan melalui jalan raya Leuwidamar, trus ke Kec Bojong Manik sebelum sampai Bojong Manik ada persimpangan yang ke Ciboleger daerah yang biasa di pakai sebagai pos jika akan memasuki Baduy Dalam, karena tujuan kami bukan melalui jalan ini maka kami teruskan perjalanan ke arah Cirinten. Sebenarnya dari Rangkas Bitung banyak sekali jalan yang bisa dilalui, karena memang banyak pintu masuk dari kota tersebut namun pada akhirnya cabang2 tersebut akan bertemu juga.
 

Menurut info yang didapat perjalanan dari Rangkasbitung ke Kampung Cijahe dapat ditempuh dalam waktu 2 jam saja, tapi ternyata kami akhirnya menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam. Ada beberapa hal selain dari kami memang baru pertama kali melalui daerah ini sehingga kurang memahami lokasi (sempat kesasar belokan yang ke Cijahe terlewati), ternyata ada hal lainnya yang membuat perjalanan in menjadi lama yaitu kondisi jalan 2 jalur yang sangat jelek disertai tanjakan-tanjakan yang tajam, turunan yang curam, belokan-belokan patah  disertai minimnya tanda-tanda penunjuk arah. Untungnya kondisi kendaraan yang kami pakai sangat prima sehingga mampu melalap semua tanjakan yang ada, meskipun demikian tatap saja kami kadang harus menahan nafas dengan jantung berdebar jika dihadapkan dengan tanjakan atau turunan extrim dengan salah satu sisi jurang2 yang siap melalap kami jika sopir kurang sigap. Kondisi extrim ini hampir menghiasi sepanjang perjalanan kami selepas desa Bojongmanik hal ini dikarenakan memang posisi kampung Baduy yang berada di ketinggian pegunungan Kendeng.
 

Dari sini kami baru menyadari kenapa route ini jarang dijadikan rute favorit yang dipakai sebagai rute masuk ke Baduy Dalam dibanding Ciboleger.
Namun ditengah andrenalin yang trus di pacu dan guncangan sepanjang perjalanan, ada juga hal yang membuat perjalananan ini tidak membuat kami bete yaitu pemandangan alam yang tersaji sepanjang perjalanan sejak lepas dari Kota Rangkas Bitung hingga ke Cijahe.
 

Baru keluar kota Rangkas kita akan disuguhkan pemandangan pedesaan yang indah dengan landscape alam persawahan, danau, sungai dan perkampungan penduduk diselingi kehidupan masyarakat desa dipagi hari. Dibeberapa tempat sinar matahari pagi yang menerobos pepohonan membentuk lukisan alam yang cantik. Disepanjang pagi kita juga dapat melihat kabut tipis masih menyelimuti daerah perbukitan sehingga membentuk gradasi yang cantik, Bagi fotografer tempat ini seharusnya dapat menjadi spot yang menarik dan menyenangkan.
Ketika sudah memasuki daerah sepanjang jalan raya Leuwidamar-Bojongmanik hingga Cijahe kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang makin bervariasi dengan landscape bukit2 dan lembah-lembah yang cantik dan menawan dengan diselingi persawahan dan perkampungan sungguh hamparan alam yang memanjakan mata kita dan makin membuat kita bersyukur kepada Tuhan. Seperti yang diceritakan diatas kami sempat kesasar/kebablasan jalan trus ke arah Cirinten yang seharusnya kami belok di sekitar daerah Parigi namun karena kesasar ini kami dapat menikmati suguhan pemandangan alam yang cukup unik, dimana kami disuguhkan bebatuan karang yang ditumbuhi pepohanan kecil (bahkan ada sebagian yang sampai besar) tersebar sepanjang persawahan disisi kiri dan kanan kami, sungguh unik karena sepanjang perjalanan baru didaerah ini saja kami temui bebatuan karang ini (sayang untuk kali ini hanya ceritanya saja, saking menikmatinya sekaligus terguncang-guncang sepanjang perjalanan, saya sampai lupa mengabadikannya dalam foto... jadi coba dan rasakan sendiri saja) 
 

Dengan memadang landscape alam daerah ini dari ketinggian kami bisa membayangkan cukup lumayannya rute yang harus ditempuh turis dari Ciboleger ke perkampungan Baduy Dalam, selain jaraknya yang emang lumayan jauh 12 km dengan 5-6 jam, bukit-bukit yang kami lalui dengan mobil harus dijalani dengan berjalan kaki (makanya ada istilah tanjakan yang cukup legendaris di rute Ciboleger ini yaitu “tanjakan penyesalan”), emang tidak mudah dan butuh perjuangan.
                                         
Ditengah cerita keindahan tadi sebenarnya ada beberapa titik lokasi yang membuat perasaaan kami sedih dan kecewa karena ternyata masih ada saja orang-orang rakus yang tanpa peduli demi kepentingan pribadi atau golongan tega-teganya merusak dan merampas keindahan alam yang ada. Dibeberapa lokasi (daerahnya saya agak lupa namanya, belum jauh dah dari kota Rangkasbitung) pepohonan dan bukit dirusak untuk dikeruk pasirnya, kondisi ini bukan hanya dalam area kecil tapi sudah mencakup area yang luas. Perusakan ini masif dan terstruktur dan yang parah lagi di”legal”kan oleh “oknum pejabat” (menurut rumor dimasyarakat bahwa “perusahaan perusak alam” ini adalah kepunyaan pejabat di daerah itu) dan yang paling ironisnya lagi di setiap lokasi kamp/kantor perusahan tersebut di depannya terpampang spanduk besar yang mengambarkan pencitraan diri dari petinggi tersebut sebagai pembawa kesejahteraaan rakyat yang berkampanye agar dipilih menjadi petinggi daerah itu. Sungguh memilukan kalau pejabat saja dengan bangga tanpa rasa bersalah memasang spanduk seperti itu padahal kemajuan apa yang dilakukan... yang ada perusakan dan ujung-ujungnya masyarakat yang jadi korban.... ha ha ha koq jadi serius gitu sih ceritanya.... kem-ba-li ke trip....
 

Akhirnya setelah 3 jam lebih kami berjalan dengan kondisi badan yang sudah lemas karena terguncang-guncang dan perut keroncongan akhirnya kami sampai juga di desa Cijahe...
Sungguh pengalaman yang mengasyikan menyenangkan melalui rute ini.     

Tip Perjalanan:
-    Jika mau menggunakan rute ini bisa ditempuh juga menggunakan kendaraan umum dari Terminal Ciboleger hanya saja jalan masuk dari jalan raya ke Cijahe tidak ada kendaraan umum
-    Jika mau menggunakan kendaraan non umum disarankan untuk menggunakan kendaraan non sedan, ElF,  bis kecil, atau truk kecil. Kondisi kendaraan harus prima dengan peralatan yang memadai (peralatan mobil, ban cadangan dan bensin yang cukup). Bis dan truk diharapkan yang mempunyai kekuatan yang memadai untuk melalui tanjakan yang tajam.


Rute backpacker dapat dilakukan dari Tanah Abang naik kereta ke Rangkasbitung, dari sini bisa sewa mobil (kendaraan yang kami sewa truk polisi cukup ok untuk menuju kesana) atau menggunakan kendaraan umum ke Ciboleger dari sini  naik kendaran umum lagi daerah Parigi, dari jalan raya masuk dengan jalan kaki atau naik ojek ke Cijahe. 
-    Banyak-banyak bertanya sepanjang perjalanan (terutama jika menemukan percabangan), karena minim sekali rambu-rambu penunjuk jalan
-   Sebaiknya menggunakan pengumudi yang berpengalaman dan menguasai kendaraan yang di bawa karena jalan cukup jelek dan banyak tanjakan, turunan dan tikuangan yang lumayan sulit
-   Di Cijahe kendaraan hanya boleh sampai ke pintu gerbang masuk kawasan Baduy, dan kendaraan harus diparkir di sekitar daerah gerbang masuk tersebut, sebaiknya meminta ijin untuk menitipkan kendaraan di tempat tersebut ke pada warga setempat
  
Fakta ringan Ciboleger VS Cijahe:
-     Ciboleger berjarak kira-kira 38 Km dari Rangkas Bitun dan dapat ditempuh dengan waktu 1-1.5 jam, sedangkan Cijahe berjarak kira-kira 50 Km dari Rangkas Bitung dan dapat ditempuh dengan waktu 2-3 jam
-    Dari Ciboleger ke Cibeo berjarak kurang lebih 12 Km dengan waktu perjalanan 5-6 jam, sedangkan Cijahe ke Cibeo berjarak kurang dari 2 Km dan dapat di tempuh dengan waktu perjalanan 1-2 jam  
-      Dari arah Ciboleger anda akan melalui perkampungan Baduy Luar, sedangkan dari Cijahe anda akan langsung masuk ke area Baduy Dalam
 

Tip Variasi Tracking ke Baduy dalam via Rute Cijahe.
-     Cijahe – Cikeusik – Cikatawarna-Cibeo – Cijahe
-     Cijahe-Cibeo-Cikatawarna-Cikeusik-Cijahe
-     Cijahe-Cikeusik-Cikatawarna-Cibeo-Ciboleger

 


Labels: Baduy , Ciboleger , Cijahe ,



Artikel Menarik Lainnya

Melukis Alam dan Menikmati Aliran Batuan Alam
 
Gili Trawangan Hawai from Indonesia
 
Pesona Desa Tradisional Munduk
 
Berburu barang seni berharga miring di Sukawati
 
Tradisi pemakaman Terunyan yang unik
 
6 Komentar Tampilkan

suryanto darma w   15 September 2011 18:49:28
Cakep.. Budaya yang masih terjaga cerita temen saya di Jakarta dia pernah dikunjungi sama teman dia dari Baduy dalam.. Dan datangnya jalan kaki.. Keren...


@Albert : iya mereka sering ke Jakarta dan banyak cerita lucu selama mereka di
Balas  Laporkan 
suryanto darma w   15 September 2011 18:48:12
@Albert : iya mereka sering ke Jakarta dan banyak cerita lucu selama mereka di Jakarta, tapi salut mereka tetap patuh sama adat istiadat mereka
@Oktavina : amanat serem tapi kalao direnungkan mengandung nilai yang tinggi
@Claudy : gpp banyak sisi dan cerita meskipun destinasi wisatanya sama, tiap orang punya pengalaman unik yang ga sama tiap orang, tetap menulis
@Suwandi: makasih
Balas  Laporkan 
oktavina febianti   07 September 2011 13:41:45
Wah Amanat buyutnya serem banget tu mas Surya...
tapi nice post..
Balas  Laporkan 
Claudy Yusuf   04 September 2011 14:05:29
Wah sama saya juga menulis perjalanan ke Baduy namun saya menulis yang ke Baduy luar tepatnya di Desa Gajeboh http://www.adirafacesofindonesia.com/article.htm/222/Menjelajah+Desa+Baduy
Balas  Laporkan 
Albert Hartono   21 August 2011 11:50:39
Cakep.. Budaya yang masih terjaga cerita temen saya di Jakarta dia pernah dikunjungi sama teman dia dari Baduy dalam.. Dan datangnya jalan kaki.. Keren...
Balas  Laporkan 
suwandi   03 August 2011 13:18:41
wough... keren...
Balas  Laporkan 

Pertama   Sebelumnya   Selanjutnya   Terakhir  
User name
Password