![]() |
|
1. Semarang
Jalan Imam Bonjol No.180
Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
Telp : 024-3584041 (Hunting)
Fax : 024-3584042
2. Kudus
Jl. A. Yani No. 128 A
Telp : 0291-441442
Fax : 0291-444390
3. Pati
Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1,
Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
Telp : 0295-386400
Fax : 0295-382546
4. Tegal
Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
Telp : 0283-322383
Fax : 0283-320714
5. Pekalongan
Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan Pekalongan
Telp : 0285-422008
Fax : 0285-431095
6. Purwokerto
Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
Jl. Jendral Sudirman
Telp : 0281-626028
Fax : 0281-626030
7. Solo
Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
Solo Baru
Telp : 0271-626626
Fax : 0271-626623
8. Klaten
Jl. Pemuda Utara No 113
Telp : 0272-322561
Fax : 0272-322546
9. Yogyakarta
Jl. H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
Telp : 0274 - 555007
FaX : 0274 - 555062
10. Magelang
Jl. Ahmad Yani No. 40
Telp : 0293-363109
Fax : 0293-361246
Pagi itu saya dan beberapa orang teman tiba di Yogyakarta, disana sudah ada teman yang menjemput di stasiun dan siap mengantar kami menuju Dataran Tinggi Dieng. Alasan sebenarnya kami kesana adalah memenuhi undangan pernikahan seorang teman di Wonosobo, jadi mumpung dekat kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu di Dataran Tinggi Dieng. Singkat cerita, kamipun bergegas menuju Wonosobo menggunakan mobil carteran. Saat perjalanan, tepatnya di daerah Magelang, kami melihat bongkahan batu sisa meletusnya Gunung Merapi yang sempat membuat macet daerah ini. Perjalanan antara Magelang ke Wonosobo memakan waktu sekitar 2 jam.
Suhu udara sudah mulai terasa dingin ketika kami sampai di daerah Wonosobo. Karena waktu itu memang lagi musim hujan, jadi kami semua berharap semoga hujan tidak merusak semua planning kami. Memasuki area Dataran Tinggi Dieng, kami langsung disuguhi pemandangan yang luar biasa tidak terbayang. Keindahan pegunungan, dedaunan yang basah dan aliran sungai yang jernih sungguh menyejukkan mata. Karena hujan tiba-tiba datang, kami memutuskan untuk istirahat sebentar di pinggir jalan sambil menikmati pemandangan sekitar dan menyantap jagung bakar.
Tujuan pertama kami adalah komplek Candi Arjuna. Disana terdapat patung-patung dan candi yang memang dijaga dan dikelilingi taman dengan pemandangan pegunungan yang seperti permadani. Setelah puas memotret komplek candi ini, kami melanjutkan perjalanan ke Kawah Sikidang yang memang lokasinya tidak jauh dengan komplek Candi Arjuna. Semua area putih yang berbentuk kawah masih mengeluarkan asap dan aroma belerang pekat yang bisa membuat kepala pusing. Namun, semuanya tidak membuat kami mual atau sakit perut karena benar-benar menarik. Sayangnya keadaan tersebut tidak dibarengi dengan kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya karena di area kawah ini masih banyak sampah yang tercecer.
Udara terasa semakin dingin. Kami mencoba mencicipi cemilan khas daerah ini di warung dekat kawah yaitu tempe mendoan. Sebagai pelengkap, saya juga memesan secangkir teh manis hangat. Tiba - tiba pandangan saya tertuju pada botol-botol kecil di warung tadi. Botol-botol ini berisi air yang di dalamnya terdapat semacam pepaya tetapi berwarna kuning. Lalu sayapun teringat dengan tayangan di TV yang pernah menceritakan tentang minuman khas Wonosobo bernama Carica. Yes, it is Carica! And I got it in my hand! Dengan merogoh kocek 10 ribu rupiah, saya sudah bisa menikmati minuman yang dinginnya seperti habis ditaruh di lemari es ini.
Setelah kami puas menikmati Kawah Sikidang, kami segera meluncur ke destinasi terakhir kami yaitu Telaga Warna. Sepertinya tempat ini yang paling tinggi dibanding dua tempat sebelumnya karena udara disini semakin dingin. Setelah saya baca artikel yang tertempel di sekitar loket, area Telaga Warna ini ternyata pernah mencapai suhu 0 derajat celcius saat pagi hari dan memunculkan embun beku. Saat memasuki area Telaga Warna banyak kami jumpai pasangan muda mudi maupun yang jalan bergerombol seperti kami menikmati telaga yang saat itu berwarna hijau. Menurut informasi penduduk sekitar, terkadang air di telaga ini berwarna hitam maupun merah, tergantung suhu udara di sekitar telaga. Kamipun tidak menyia-nyiakan waktu saat berada disini. Mengabadikan pemandangan di sekitar telaga dan bernarsis ria wajib hukumnya. Di pinggir telaga terdapat patahan pohon yang batangnya menjuntai di atas telaga, pas sekali untuk spot foto. Ada yang lucu saat kami kesana waktu itu, jadi ceritanya ada muda-mudi yang sedang berayunan di batang pohon tersebut tapi beberapa menit kemudian mereka terjatuh ke danau,hihihi.
Puas menikmati keindahan Telaga Warna, kamipun segera bergegas menuju rumah teman kami karena waktu memang sudah sore. Saat perjalanan kembali ke Wonosobo kami menemukan kuliner khas daerah ini yaitu Mie Ongklok. Berisi perpaduan kuah yang berwarna coklat kental, mie kuning, daun yang menyerupai daun bawang tapi tidak berasa seperti daun bawang dan sate daging. Dan inilah akhir petualangan kami di Dataran Tinggi Dieng, kami harus segera beristirahat karena esoknya kami harus menghadiri pernikahan teman kami di Wonosobo.
Labels: wonosobo , dieng plateau , gunung , mie ongklok , carica
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.














