Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1521
Total Member
14395





Home > Article

08 December 2011 | Sumatera Barat | Wisata Budaya
Tradisi Makan Bajamba Kota Sawahlunto
Ramono Aryo abilowo
Walker
Rate
Share  

1. Padang Barat
    Jl. Juanda No 8, RT 001 / RW 003
    Telp : 0751 - 443694

 

2. Solok
    Jl. Pandan Ujung No. 41 PPA
    Telp : 0755-21038
    Fax  : 0755-325150

 

3. Bukittinggi
    Jl. Nawawi no.8 Tarok Dipo
    Telp : 0752-31796
    Fax  : 0752-628837

Masyarakat Minangkabau kaya akan tradisi dan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Salah satu budaya tersebut adalah Makan Bajamba. Makan Bajamba adalah makan bersama-sama dengan menggunakan sebuah dulang (piring besar yang terbuat dari tembaga). Makan Bajamba ini biasanya terdiri dari 5 hingga 7 orang untuk menikmati makanan yang tersedia dalam dulang tersebut. Makan bajamba ini merupakan salah satu budaya dan tradisi Minangkabau yang biasanya dilaksanakan pada upacara adat, pesta adat danpertemuan-pertemuan penting lainnya.

 

Salah satu daerah yang konsisten melaksanakan kegiatan makan bajamba ini dan menjadikan makan bajamba menjadi sebuah daya tarik wisata adalah Kota Sawahlunto. Kota Sawahlunto ini dapat ditempuh kira-kira 3 jam perjalanan dari kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kota yang sejak zaman penjajahan belanda ini terkenal sebagai kota tambang batu bara. Di sini juga pernah berdiri salah satu perusahaan tambang BUMN terbesar yaitu PT.Bukit Asam yang saat ini telah pindah ke Tanjung Enim Provinsi Sumatera Selatan karena pasokan batu bara tidak lagi mencukupi untuk terus di eksploitasi.

 

Setelah pindahnya PT. Bukit Asam ke Palembang, kota ini hanya menjadi kota biasa yang sepi, jahh dari hingar bingar mesin pabrik atau suara riuh para pekerja. Kota ini hampir saja menjadi kota mati, karena seluruh penduduknya satu persatu mulai meninggalkan kota tua tersebut. Namun berkat usaha gigih walikota Sawahlunto yang tidak mau melihat kota Sawahlunto menjadi kota mati serangkai kegiatan mulai dilakukan oleh pemerintah kota sawahlunto. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh kota Sawahlunto adalah dengan kembali menghidupkan tradisi dan budaya Makan Bajamba.

 

Makan bajamba ini telah menjadi agenda rutin dalam rangka menyambut hari jadi kota Sawahlunto. Ribuan orang dari seluruh pelosok kota maupun dari luar daerah bahkan dari luar negeri ramai mengunjungi kota sawahlunto pada saat makan bajamba ini. Bahkan makan bajamba ini pernah masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta mencapai sekitar 16.000 orang lebih pada tahun 2006 silam. Hingga kini Makan bajamba ini terus dilaksanakan pada hari Jadi Kota Sawahlunto yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

 

Yang unik dari makan bajamba ini adalah perihal makanan yang disajikan dan yang disantap oleh para pengunjung yang datang. Jika masyarakat Minang seperti di Padang Panjang atau Bukitinggi menghidangkan menu makanan khas Minangkabau, maka di Sawahlunto menu makanan yang disajikan makan bajamba berasal hampir dari seluruh pelosok tanah air. Semua pasti bertanya kenapa bisa begitu?. ya semua begitu karena masyarakat yang saat ini menetap di Kota Sawahlunto ini berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Menurut cerita para orang tua, nenek moyang mereka adalah manusia rantai ( sebutan bagi para pekerja tambang) yang di datangkan oleh para penjajah belanda pada zaman dahulu. Mereka akhirnya menetap dan beranak cucu di Kota Sawahlunto, sehingga sawahlunto juga di kenal sebagai indonesia mini. Artinya jika ingin melihat masyarakat indonesia dari seluruh provinsi yang ada di indonesia, datang saja ke Sawahlunto.

 

Makan bajamba ini bermakna kebersamaan dan kesatuan. Dalam makan bajamba ini akan terlihat bagaimana sifat dan tabiat seseorang. Dalam makan bajamba ini juga kita bisa menilai bagaimana seseorang bisa berbagi antara yang satu dengan yang lain. intinya dari makan bajamba ini kita bisa melihat dan menilai orang lain. Makan bajamba adalah sebuah tradisi yang harus terus dilestarikan dan dijaga nilai-nilainya sehingga kegiatan ini bukan hanya sebagai tradisi pelengkap seremonial belaka tetapi tradisi yang penuh makna kebersamaan dan silaturahmi di tengah kehidupan yang makin individual.


Labels:



Artikel Menarik Lainnya

Senja di Banda Aceh
 
Potensi Wisata Alam Sukabumi
 
Kenjeran
 
Petualangan Staff ADIRA FINANCE cab Singkawang  di
 
Tanjakan Tiada Maaf Gunung Cikuray
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password