Search Destination
Temukan artikel seputar tempat dan aktivitas wisata yang kamu sukai, mulai dari berenang di pantai sampai panjat tebing.

Daerah Wisata


Jenis Wisata


Kata Kunci





SPONSORED



Total Article
1519
Total Member
12481





Home > Article

09 December 2011 | Jambi | Wisata Kota
Bandar Udara Sultan Thaha Jambi Berbenah Diri
Lenny
Explorer
Rate
Share  

1. Jl. Hayam Wuruk No 49 - 50 Jelutung - Jambi
    Telp : 0741 - 24684
    Fax  : 0741 - 24697

 

2. Jl. Prof.Dr.Sri Soedewi,SH No.5-6 Rt 02 Rw 01
    Telp : 0747 - 323577
    Fax  : 0747 - 21834

Bandar udara merupakan wajah dari daerah yang kita datangi. Bandar udara yang baik haruslah memberikan first impression yang bagus bagi pengunjungnya. Seperti halnya ketika berkunjung ke bandar udara changi, Singapore kita akan terkagum kagum dengan fasilita dan kemewahan yang ditawarkan sehingga kita akan merasa nyaman dan berkeinginan kembali lagi ke singapura. Selain itu, jika ingin menelusuri Indonesia, Akses termudah untuk mencapainya adalah melalui jalur udara. Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan meningkatkan pelayanan, Bandar Udara Sultan Thaha yang terletak di provinsi Jambi ini pun mulai membenahi diri beberapa tahun belakangan ini. Ukuran bandara ini berdasarkan pengalaman saya termasuk "mini" dibanding Jakarta, Batam, Surabaya, Jogja, Bali bahkan Kendari. Hanya lebih besar sedikit dibanding bandar udara Matahora - Wakatobi. Saya pernah bertanya kepada salah satu orang Jambi kenapa rata rata setiap landing di bandara, maka guncangan dari pesawat terasa sekali dan dia mengatakan bahwa itu disebabkan oleh landasan pacu yang pendek sehingga begitu roda pesawat menyentuh landasan maka, pilot akan langsung mengerem sehingga goncangan sedikit keras akan terasa oleh penumpang. Oooh begitu tidak tahu apakah hal ini benar atau tidak adanya. "Mini"nya bandara Jambi juga dapat dilihat dari ruang kedatangan yang hanya mempunyai 2 tempat pengambilan bagasi yang panjangnya hanya sekitar 5 meter. Jadi dapat anda bayangkan ketika bagasi diberikan, para penumpang harus berdesak desakan untuk mengambilnya.

Dulu, ketika sekitar 6 tahun silam bandara yang terletak tidak jauh dari kota ini (hanya 15 menit dari rumah) masih menggunakan sistem pungut untuk parkir. Rp.2000 untuk mobil. Sekarang sistem parkir telah modern. Menggunakan sistem elektronik dimana kita mengambil tiket baru membayarnya ketika akan keluar. Begitu masuk ke dalam ruang check in bandara langsung terpampang dihadapan anda beberapa loket penerbangan. Tempatnya yang kecil membuat suasana antri sesak. Ohya pengalaman saya ada beberapa maskapai seperti kemarin Sriwijaya  menerapkan sistem terpisah antara check in dan bagasi. jadi setelah check in kita disarankan ke konter sebelah untuk ditimbang lagi bagasinya. Untung antriannya tidak begitu panjang dibanding yang mau check in. Kalau dahulu sistem pengecekan bagi penumpang yang akan menunggu di waiting room masih menggunakan manual, sehingga terkadang keluarga masih bisa menemani penumpang yang akan berangkat di waiting room yang notabane disebelah ruangan check ini. Nah kalau sekarang sudah menggunakan alat elektronik sehingga hanya orang yang berkepentingan yand dapat berada di dalam. Beberapa fasilitas lainnya yang telah memadai lainnya yaitu soal toilet. Jika dahulu di ruang kedatangan toiletnya hanya ada 1 dan itupun tidak terjaga kebersihannya. Sekarang baik di ruang check in, waiting room dan kedatangan telah ada toilet terpisah dan lebih bersih tentunya. Malahan ada toilet khusus bagi penyandang cacat. Begitu juga dengan DAMRI, angkutan khusus resmi bandara yang mengantarkan penumpang langsung ke alamat telah beroperasi.

Hebatnya, ternyata bandar udara Sultan Thaha jambi juga mempunyai fasilitas wi-fi di waiting room. Wow! lumayan bukan! Bahkan disediakan juga dispenser air minum. Ruangan di waiting room juga nyaman karena dikelilingi oleh standing AC serta Televisi di kanan dan kiri. Banyak juga konter konter yang menjual majalah dan makanan khas jambi yang dibuka. Tapi tetap saja mahal kalau makan dibandara contohnya ketika saya mencoba makan di salah satu retoran bakso di dalam waiting room. Walaupun menu utamanya bakso, tersedia juga pilihan nasi campur. Saya memesan nasi, telur balado dan sayur nangka harganya Rp.15.000. Begitulah pengalaman saya melihat bahwa bandara Sultan Thaha telah berusaha menaikkan kualitas pelayanan walaupun dibarengi dengan harga pajak bandara yang juga dinaikkan. Semoga dengan pelayanan yang prima, Jambi dapat terus memuaskan pengunjung yang datang. Ini pengalamanku. Bagaimana pengalaman mu di bandara lain??


Labels: bandar udara



Artikel Menarik Lainnya

2 Day trip ke Martapura (Kalimantan Selatan )
 
#BudayaNegeriku Wisata Marathon di Kota Pelajar
 
#Budaya Negeriku - Jember Fashion Carnival, Budaya Modern masa kini
 
#BudayaNegeriku - Menengok Seni Berbalas Pantun Dalam Pernikahan Adat Melayu Karimun
 
#BudayaNegeriku Mengabadikan Eksotisme Keraton Ratu Boko di atas Prangko
 
0 Komentar Tampilkan

Tidak ada komentar.




User name
Password