02 July 2012 | Daerah Istimewa Yogyakarta | Wisata Alam
![]() |
|
Selama ini yang menjadi bayangan jika berlibur ke Pantai adalah; ombak, pasir putih, dan mandi cahaya. Tak terpikirkan bagaimana membuat sebuah suasana pantai yang begitu nyaman, segar dan terjaga keberadaannya. Pantai Kuwaru, di Desa Poncosari Kecamatan Srandakan sekitar 29 km dari Yogyakarta.
Pantai ini unik dan berbeda dari pantai-pantai lain di selatan Yogyakarta. Pantai konservasi, bisa dibilang seperrti itu untuk menggambarkan pantai ini. Deretan cemara udang ditanama di sepanjang pantai, begitu juga dengan pohon-pohon akasia.
Tujuan dari penanaman Cemara Udang yang konon didatangkan dari Madura dan kemudian diperbanyak ini sebagai upaya konservasi dari abrasi air laut. Perakaran tunjang ini mampu mencengkeram tanah dan pasir, sehingga menjadi benteng alam dari deburan ombak samudra hindia. Bentuk pantai yang curam menjadi bukti alam, bahwa lokasi ini rawan abrasi..
Kawasan pantai juga terasa dingin, sejuk karena tanaman peneduh berupa cemara udang dan akasia. Dengan pola tanam yang teratur, terlihat deretan cemara udang yang begitu rapi membentuk sab dan banjar barisan yang anggun. Semilir angin meniup dan melambaikan dahan-dahan tanaman ini yang nampak menari mengikuti gerakan angin. Seresah-seresah dari cemara udang yang jatuh disela-sela dahan menambah eksotika tanaman ini sehingga terkesan tua dan mistis, tetapi tetap mencarkan keindahan.
Keunikan pantai ini yang menambah nilai jualnya, sehingga sayang jika dilewatkan begitu saja. Sebuah campur tangan manusia terhadap alam ini yang bersinergis untuk menyelamatkan pantai yang indah dari kerusakan alam. Tinggal sikap manuasia sebagai pengelola dan pengunjung, bisakah tetap bisa mempertahankan eksotisme pantai Kuwaru. Selamat menikmati dan santun dalam berkunjung...
Labels: kuwaru , cemara udang , akasia
Artikel Menarik Lainnya
| 0 Komentar | Tampilkan |
Tidak ada komentar.














