![]() |
|
1. Pamekasan
Jl. Pintu Gerbang No. 21, RT 02 / RW 03
Telp : 0324-325383
Fax : 0324-325861
2. Surabaya
Jl. Kombes Pol. M. Duryat No. 14-16 Blok B-5
Telp : 031-5318640
Fax : 031-5318658
3. Gresik
Ruko Building Kartini
Jl. R.A. Kartini No. 236/4, RT. RW.
Telp : 031 - 3987726 (Hunting)
Fax : 031 - 3987750
4. Tuban
Jl. Lukman Hakim No. 43 Tuban RT 03/RW 04
Telp : 0356-333066
Fax : 0356-332442
5. Bojonegoro
JL. R.A. Kartini No. 20
Telp : 0353-892870
Fax : 0353-893206
6. Mojokerto
Jl. Yos Sudarso no. 29-35, Mojokerto
Telp : 0321-325509
Fax : 0321-325842
7. Jember
Jl. Diponegoro 40-41 Jember
Telp : 0331-424666
Fax : 0331-410421
8. Lumajang
Jl. Wahid Hasyim 80 Lumajang
Telp : 0334-891562
Fax : 0334-893311
9. Banyuwangi
Jl. S. Parman No. 33
Komp. Perkantoran Gardenia Estate Kav. 5,6,7
Telp : 0333-411589
Fax : 0333-411590
10. Kediri
Jl. Erlangga 39 RT 02 RW 10
Telp : 0354-690533
Fax : 0354-687327
11. Madiun
Jl. Dr. Sutomo No. 78
Telp : 0351-493101
Fax : 0351-472577/0351-493105
12. Ponorogo
Jl. Panglima Besar Sudirman No. 55
Telp : 0352 - 489241
Fax : 0352 - 462340
13. Tulungagung
Jl. Panglima Sudirman Trade Centre Blok B5 - 7,
Jl. S. Hasanudin
Telp : 0355-336270
Fax : 0355-333312
14. Blitar
Jl. Tanjung Kavling A2 - A3
Telp : 0342-816178
Fax : 0342-816179
15. Malang
Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 56
Telp : 0341 - 364646
Fax : 0341 - 364616
16. Malang
Jl. Letjen S. Parman No. 149
Telp : 0341 - 487555
17. Pasuruan
Jl. Sokarno Hatta No. 88C-88D Pasuruan
Telp : 0343-431532
Fax : 0343-431531
Ke Blitar? Siapa takut, demikian jawab saya ketika ibu mengajak kami sekeluarga berkunjung ke kerabat yang memang sudah lama tidak kami kunjungi. Tiba-tiba saja saya ingat pelajaran di sekolah yang menyatakan bahwa makam Presiden Pertama kita ini ada di kota ini, yang sekaligus menjadi kota kelahirannya juga.
Dengan kendaraan sewaan yang kami bawa dari Surabaya, pagi itu kami menuju ke Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar Jawa Timur. Begitu mendekati kompleks makam, ternyata sudah banyak sekali kendaraan yang parkir. Di samping itu banyak sekali orang yang juga menyarankan atau seakan-akan mengatur tempat parkir. Akhirnya kami puin dapat parkir tidak terlalu jauh dari kompleks makam.
Setelah berjalan kaki sedikit, di pintu gerbang, pengunjung yang kali ini cukup diwakili oleh ayah diharuskan mengisi buku tamu dan kemudian menyumbang secara suka rela. Jadi tidak ada tiket masuk resmi. Wah lumayan juga nih..Jadi walaupun banyak orang, yang penting cukup satu orang yang mengisi buku tamu dan menyumbang.
Bung Karno meninggal pada juni 1970 dan dimakamkan disini. Pada awalnya makam ini tertutup untuk umum. Kemudian kompleks makam seluas 1,8 hektar ini pun dipugar dan dijadikan tempat wisata. Pada pada tahun 2003 di areal makam di bangun perpustakaan dan juga sebuah museum.
Cungkup Makam Bung Karno
Setelah melalui pintu masuk kita berjalan sedikit kira-kira 30 atau 40 meter, maka di sebelah kiri kita akan terdapat semacam gapura yang mirip dengan gapura di Candi Bentar. Setelah melewati gerbang maka terlihatlah dihadapan kita Cungkup makam Bung Karno yang berbentuk Joglo atau atap tradisional Jawa . Joglo ini bersusun tiga dan di bawahnya terdapat bamyak sekali penziarah. Tentu saja ruangannya terbuka dan hanya disanggah oleh empat buah tiang di setuap sudut.
Cungkup makam ini dinamakan “Astono Mulyo” yang aritnya Istana Mulia, kami pun berjalan perlahan menuju cungkup. Ada beberpa anak tangga sebelum akhirnya kami masuk ke dalam Astana Mulyo.
Ternyat di dalam cungkup ini terdapat tiga buah pusara yaitu Makam Bung Karno di tengah dan diapit oleh makam kedua orang tuanya. Yaitu R Sukemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai,
Diatas Makam diletakkan sebuah batu pualam hitam bertuliskan : "Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia." Wah saya jadi ingat pernah membaca buku biografi Bungkarno karangan Cindy Adam.
Pada masa orde baru, makam tersebut tertutup rapat oleh dinding kaca. Peziarah hanya boleh melihat batu nisan dari luar kaca penyekat.Kemudian pada tahuj 2001, ketika Ibu Megawati menajdi wakil presidena, dinding kaca yang membatasi makam itu pun dibongkar. Kini pusara Bung Karno bisa dikunjungi dari dekat. Kita bahkan bisa menyentuh batu pualam hitam sang penyambung lidah rakyat itu.
Perpustakaan Bung Karno yang Modern dan Menyenangkan
Setelah berdoa sebentar dimakam akhirnya kami pun meninggalkan Astana Mulyo dan melewati lagi gerbang kecil untuk menuju Perpustakan Bung Karno.
Untuk menjuju gedung perpustakaan, kita melewati semacam jalan besar yang disebelah kiri terdapat dinding dengan relief sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan di sebelah kanannya terdapat kolam dan juga tiang-tiang tanpa atap bagaikan tiang-tiang di reruntuhan bangunan Romawi atau Yunani.
Ada relief bergambarkan Bung Karno dan Bung Hatta sedang mengucapkan Proklamasi, juga ada peta Indonesia.
Di depan perpustakan, terdapat patung Bung Karno dalam pisisi sedang duduk dan membaca. Patung ini melambangkan sisi lain beliau sebagai seorang cendikiawan.
Wah , bangunan perpustakaannya sangat megah, sejuk karena full AC, dan yang penting juga gratis. Cukup banyak koleksi buku di perpustakaan itu. Selain itu juga terdapat koleksi foto yang dipamerkan yang menggambarkan sejarah perjuangan Bung Karno sampai jaman beliau menjadi Presiden RI. Selain buku dajn gambar, terdapt juga barang-barang pribadi Bung Karno yang dipamerkan.
Menurut penjaga perpustakaan ada juga hal yang aneh di perpustakaan ini, yaitu lukisan gambar Bung Karno yang kadang-kadang bisa bergetar sendiri. Percaya atau tidak? Terserah anda. Untuk menambah suasana mistis, kadang-kadang diperdengarkan juga rekamam suara pidato Bung Karno.
Perpustakaan yang megah ini dibagi dalam beberapa seksi. Di Gedung A lantai 1 sebelah barat digunakan untuk menyimpan koleksi khusus Bung Karno berupa lukisab, foto, dan barang-barang pribadi. Semntara Lantai 1 Timur menyimpan buku-buku tentang Bung Karno.
Di Lantai 2, terdapat koleksi tentang filsafat., ilmu sosial, sastra , bahasa, dan lain-lain. Juga disediakan heberapa terbitan , seperti surat kabar, majalah, dan buletin.
Sementara di Gedung B, disimpan koleksi buku-buku karangan orang luar negeri tentang Indonesia . Di ruang C terdapat Ruang audio , yang digunakan untuk menikmati koleksi audio visual berkapasitas sekitar 100 orang. Disamping itu juga terdapat ruangan untuk seminar dan keperluan lainnya.
Wah perpustakaan yang cukup lengkap dan modern nih. Gak rugi jalan-jalan kesini.
Setelah puas belajar dan wisata di kompleks makam, kami segera kembali ketempat parkir. Sebelum itu kami juga sempat berbelanja souvenir pernak-pernik tentang Blitar dan Bng Karno. Kebanyakan menjual T-Shirt bertemakan Bung Karno dan Kebangsaan Indonesia. Wah gambarnya bagus-bagus dan tidak ada dijual di tempat lain.
Labels: Makam Bung Karno , Blitar , Jawa Timur
Artikel Menarik Lainnya
| 3 Komentar | Tampilkan |
|
Affandi Ismail 15 August 2011 12:24:36 Beli oleh2 gak? |
Balas Laporkan | |
|
Taufik Hidayat 15 August 2011 12:02:52 Perpustakaannya bagus yah? |
Balas Laporkan | |
![]() |
Ratna Dewi 15 August 2011 11:42:09 wah bagus juga tuh cerita ke Blitarnya |
Balas Laporkan |
|
Pertama Sebelumnya Selanjutnya Terakhir |
||











