05 December 2011 | Sumatera Selatan | Wisata Kota
|
1. Batu Raja
Jl. DR. Moh. Hatta Komp. Simpang Baku RT. 11/05
Telp : 0735-322200 / 327129
Fax : 0735-323675
2. Palembang
Jl. R. Sukamto
Telp : 0711 - 310 511
3. Lubuk Linggau
Jl. Yos Sudarso No 75
Telp : 0733-452452
Fax : 0733-451558
Museum Balaputradewa terletak di Jl. Srijaya Negara I No. 288, Palembang. Walaupun museum ini tidak terletak di jalan besar (kira-kira 400 meter dari jalan protokol), namun petunjuk jalan menuju museum ini cukup jelas. Museum ini menempati bangunan dengan arsitektur tradisional Palembang, dan berada dalam kompleks seluas 23565 meter persegi. Museum ini didirikan pada tahun 1978 dan berada di bawah pengelolaan Departemen Pendidikan Nasional. Nama Balaputradewa diambil dari nama raja paling terkenal di kerajaan Sriwijaya.
Koleksi Museum Balaputradewa terdiri dari prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya, benda-benda peninggalan kerajaan Palembang, sejarah perang kemerdekaan di Sumatera Selatan, dan barang-barang kebudayaan Sumatera Selatan. Dari koleksi yang ditampilkan di museum ini, kita bisa melihat bahwa Dari koleksi museum, kita bisa melihat bahwa kerajaan Sriwijaya pernah menjadi pusat agama Budha yang terkemuka di dunia pada masanya. Begitu banyak arca batu yang menggambarkan Buddha yang ditemukan di sekitar provinsi Sumatera Selatan, yang kemudian menjadi bagian dari koleksi museum. Di bagian belakang museum terdapat replika rumah limas, namun kami tidak bisa masuk ke dalamnya. Di bagian samping museum terdapat koleksi patung-patung yang ditemukan di berbagai situs yang diduga merupakan situs kerajaan Sriwijaya. Salah satu patung yang menarik perhatian adalah patung orang naik gajah, yang merupakan peninggalan era megalitikum di Palembang. Masyarakat menganggap patung ini merupakan bagian dari legenda si Pahit Lidah, di mana siapa pun yang dikutuk olehnya akan berubah menjadi batu.
Walaupun merupakan Museum Provinsi, namun Museum Balaputradewa jarang mendapat kunjungan dari umum, barangkali karena letaknya yang tidak di tepi jalan protokol. Bahkan ketika kami menginjakkan kaki di museum ini, hanya kami tamu yang berkunjung ke sana. Akan tetapi koleksi museum ini merupakan warisan berharga yang dapat memberikan gambaran kepada kita mengenai sejarah wilayah Sumatera Selatan, terutama tentang kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Palembang.
Labels: museum , palembang , balaputradewa
Artikel Menarik Lainnya
| 1 Komentar | Tampilkan |
![]() |
Agni Pratistha Kuswardono 06 December 2011 13:00:10 terima kasih atas informasi museumnya, informatif sekali dan seru. jadi pengen tahu lebih banyak tentang legenda si pahit lidah. |
Balas Laporkan |
|
Pertama Sebelumnya Selanjutnya Terakhir |
||








