Selain berkunjung ke kampung wisata Desa Sawing Rai, kami juga mengunjungi Desa Wisata Arborek. Dari tempat kami menginap di pulau Mansuar, tidak terlalu jauh untuk menuju desa ini. Hanya sekitar 40 menit perjalanan laut. Desa ini juga berdekatan dengan desa Sawingrai. Luas pulau ini hanya sekitar 6 Ha dan dihuni oleh kurang lebih 40 kepala keluarga. Tak berbeda dengan desa wisata lainnya, pemandangan desa ini sangat bersih dan tertata rapih. Mulai dari dermaga sebagai pintu masuknya, sampai dengan daratannya yang dibangun rumah semi permanen. Uniknya di desa ini, setiap pengunjung yang datang atau wisatawan akan disajikan air kelapa muda sebagai simbol selamat datang.
Hal ini memang sudah menjadi ciri khas masyarakat Raja Ampat pada umumnya dalam hal penyambutan tamu yang berkunjung ke kampungnya, ungkap Daud Mambrasa sang Kepala Desa. Hampir setiap pulau yang ada di kepulauan Raja Ampat ini memiliki pemandangan yang menakjubkan. Ciri khas air lautnya yang jernih bak kaca menjadi pemandangan umumnya. Selain itu, hamparan pasir putihnya yang bersih menjadi satu kesatuan keindahan yang mutlak dengan panorama langit dengan awan yang berarak - arak. “Kita orang jaga laut baik, sehingga kita bisa menikmati keindahannya serta ikannya,” tambah Daud.
Di Arborek rombongan memang tidak melakukan kegiatan sosial seperti halnya di Sawingrai. Namun dengan kunjungan kami saja, seluruh masyarakat disini menyambutnya dengan gembira dan senang. Yaps, kami datang memang tidak membawa apa – apa, tapi kami datang membawa cinta kasih serta misi pariwisata yang lebih baik kedepannya. Pasalnya beberapa desa di sini memang menjadi tujuan wisata dan menetap dari para wisatawan lokal maupun mancanegara. Dan memang pantas desa – desa ini menjadi andalan untuk tujuan wisata, selain masyarakatnya sangat ramah dan santun, potensi yang dimiliki dari satu pulau saja sangat banyak sekali. Mulai dari wisata alamnya yang indah, bawah lautnya, sampai kebudayaannya yang menarik.
Kelebihan Desa Arborek ini adalah banyak pengrajin Topi ( Kaya Fyof ) dan Tas ( Noken ) yang sangat kreatif hampir disetiap rumah. Topi dan tas itu dihasilkan dari kulit pandan hutan yang di dapat di pulau seberang. Uniknya dari bentuk dan warna yang beragam, untuk melakukan pewarnaannya dilakukan secara tradisional dan modern. Untuk beberapa warna dihasilkan dari pewarna pabrik. Namun buat warna hitam dan merahnya dihasilkan secara alami. Untuk mendapatkan warna hitam, lembaran pandan hutan di pendam selama 3 hari 3 malam di tanah besar ( Pulau besar ). Setelah itu direbus dengan daun ranrom yang tumbuh di desa Arborek ini.
Sedang untuk mendapatkan warna merah, masyarakat menggunakan akar mengkudu yang tumbuh di pinggir pantai dan daun ketapan. Daun dan akar tersebut di rebus dengan lembaran daun pandan hutan tersebut. Wah, ternyata masyarakat disini masih tetap mempertahankan tradisi serta budayanya sekali loh. Karena tehnik pewarnaan ini sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka. Bentuk topinya pun dibuat sangat menarik sekali. Implementasi dari kekayaan alam dan laut, maka bentuk topi ada yang dibuat menyerupai bintang laut, gelombang dan ikan Manta ( Pari besar ).
Setelah mengunjungi rumah penduduk yang kreatif itu, kami pun berpamitan setelah membeli beberapa topi sebagai cinderamata. Harga topinya tidak terlalu mahal kok dibanding tingkat kesulitan dan waktu pengerjaannya yang cukup lama. Untuk satu buah topi saja bisa memakan waktu 4 hari sampai seminggu. Sedang harga yang ditawarkan mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu. Dibagian tengah desa ternyata sudah berkumpul para pemusik yang siap menyajikan lagu khas daerah Raja Ampat. Dan pastinya, setelah mereka memaikan musik kami pun ikut larut menari dan berjoget mengikuti irama.
Seluruh rombongan kami pun tanpa sungkan menikmati setiap gerakan tarian yang sederhana itu. Oh ya Foilovers, dalam pesta kecil ini ternyata ada suatu hal yang unik loh. Yaps ternyata dalam rombongan para pemusik dan masyarakat yang menari turut juga seekor anjing yang ikutan. Namanya Bravas, anjing milik sang kepala kampong. Menurut masyarakat disini, Bravas memang hobi berjoget dan menari jika ada penyambutan tamu dan wisatawan. Wah keren juga yah si Bravas, ternyata sangat lucu sekali gerakannya.
Dan dipenghujung waktu dari kunjungan kami, Bapak Daud menyerahkan secara simbolik topi khas Desa Arborek kepada para petinggi ADIRA Finance. Simbol ini juga menandakan bahwa rombongan kami telah diterima dengan baik di kampung ini. Keramahan serta penyambutan dari masyarakat ternyata tidak sampai disitu saja. Di ujung dermaga pun dilakukan upacara kecil pelepasan. Seperti halnya didesa Sawingrai, di Arborek ini juga dilakukan ritual pencelupan kaki kedalam mangkuk keramik besar. Namun yang membedakannya adalah dua buah mangkuk keramik ini diberikan kepada rombongan sebagai cinderamata. Waduh, baik sekali masyarakat di pulau ini. Padahal, keramik ini biasanya digunakan sebagai mas kawin dalam suatu pernikahan. Harga satu buahnya bisa mencapai 1 juta an loh. Dalam adat istiadat masyarakat Raja Ampat penggunaan piring atau mangkuk keramik ini menandakan status sosial dari pihak pengantin laki – laki. Karena dalam suatu proses lamaran, biasanya ada yang membawa sampai puluhan keramik ini.
Dengan keaneka ragaman budaya, adat istiadat serta masyarakatnya inilah yang menjadikan Indoensia dikenal oleh dunia. Bangsa yang masih mempertahankan norma – norma serta keindahan alamnya juga yang membuat Negeri ini diperhitungkan di kancah dunia Internasional. Oleh sebab itu, di penghujung kegiatan penjelajahan X-Team dari ADIRA BEAUTY X-PEDITION ini kami berharap bisa memberikan kontribusi yang baik buat bangsa dan negara. Dan juga sebagai pelengkap dari informasi dari kakayaan alam dan budaya yang di miliki Nusantara ini. Kami The X-Team dan pihak ADIRA Finance sangat berterima kasih sekali kepada Foilovers yang telah setia mengikuti perjalanan kami sejak awal. Dan buat seluruh teman – teman yang telah menjadi saudara selama perjalanan, disetiap kota, disetiap pulau, kami mengucapkan banyak – banyak terima kasih yang tak ternilai buat kalian. Semoga, kita berjumpa lagi di perjalanan dan kegiatan selanjutnya.